Search

Perjalanan Bus Selawat dari Aziziyah ke Masjidil Haram Cuma 20 Menit

MAKKAH, (ERAKINI) - Jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah mendapat fasilitas bus gratis menuju Masjidil Haram selama musim haji 1447 H/2026 M berlangsung. Layanan transportasi tersebut dikenal dengan nama Bus Sealawat yang beroperasi selama 24 jam.

Bus ini melayani rute hotel jemaah menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel, sehingga jemaah dapat beribadah kapan saja tanpa harus kesulitan mencari transportasi.
Pada Sabtu (2/5/2026), tim Media Center Haji mencoba menaiki Bus Selawat dari salah satu hotel jemaah yakni Al Hidayah Tower di kawasan Aziziyah.

Sepanjang perjalanan, bus melaju dengan kecepatan sedang, rata-rata di bawah 50 kilometer per jam. Meski demikian, jalur yang dilalui relatif lancar karena melewati jalan utama menuju Thaif dan kawasan Arafah.

Arus kendaraan di sepanjang rute juga tidak terlalu padat. Namun, karena saat ini memasuki musim haji, seluruh kendaraan yang menuju area Masjidil Haram tetap harus melewati pemeriksaan di sejumlah check point.

Bus Selawat yang ditumpangi berhenti di dua titik pemeriksaan. Pada check point pertama, bus sempat mengantre sekitar dua menit sebelum akhirnya dipersilakan melanjutkan perjalanan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara di check point kedua yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram, bus diminta menepi. Dua petugas kepolisian Arab Saudi naik ke dalam bus untuk memeriksa kartu nusuk milik penumpang, termasuk wartawan yang berada di dalam bus.

Setelah seluruh penumpang menunjukkan kartu nusuk, petugas mempersilakan bus melanjutkan perjalanan. Proses pemeriksaan di titik kedua berlangsung sekitar tiga menit.

Secara keseluruhan, perjalanan dari Al Hidayah Tower menuju Masjidil Haram ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit, termasuk waktu berhenti di dua check point tersebut.

Al Hidayah Tower sendiri merupakan kompleks penginapan yang terdiri dari 10 tower dan menampung sekitar 21.000 jemaah haji Indonesia.

Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, mengatakan pihaknya sejak awal telah memperhitungkan durasi perjalanan Bus Shalawat agar jemaah dapat tiba di Masjidil Haram dengan cepat namun tetap nyaman.

“Paling lama Insya Allah 20 menit. Rata-rata 15 menit perjalanan,” ujar Syarif dalam penjelasan sebelumnya.

Ia mengungkapkan, waktu tunggu bus juga dibuat sesingkat mungkin agar jemaah dapat segera menuju Masjidil Haram, baik untuk melaksanakan umrah wajib maupun ibadah rutin seperti shalat lima waktu.

“Keamanan Insya Allah kami jamin. Selama ini tidak ada kejadian atau insiden soal keamanan di Bus Shalawat,” kata dia.