AMMAN, (ERAKINI) - Pada Minggu (7/1/2024) Yordania menyatakan sepakat dengan Amerika Serikat (AS) untuk menolak pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.
Kesepakatan tersebut dinyatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Yordania Ayman Safadi saat menemui Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken di Amman sebagai bagian dari tur kawasan.
Menurut sebuah pernyataan, kedua menteri luar negeri tersebut mengadakan pembicaraan mengenai kondisi bencana di Jalur Gaza, kata Kementerian Luar Negeri Yordania.
Safadi menekankan perlunya mencapai gencatan senjata segera dan permanen di Gaza, menurut pernyataan tersebut. Safadi juga menyebut bahwa setiap usulan untuk memisahkan Gaza dari Tepi Barat sebagai hal 'sia-sia'
Kedua menteri, menurut pernyataan itu, sepakat tentang pentingnya memberikan bantuan dengan segera dan dalam jumlah yang memadai ke daerah kantong Palestina tersebut. Mereka juga menolak pemindahan warga Palestina dari Gaza.
Selain itu, mereka juga mengingatkan pentingnya agar warga Gaza yang kehilangan tempat tinggal untuk dapat kembali ke rumah mereka.
Safadi dan Blinken, kata pernyataan tersebut, sepakat untuk melakukan upaya menghentikan perang dan melancarkan upaya nyata dan efektif untuk mencapai perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara.
Seperti diketahui bahwa Israel telah melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas pada 7 Oktober.
Akibat kondisi tersebut, sedikitnya 22.835 warga Palestina telah tewas dan 58.416 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Sementara, hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.
Gempuran Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih dan obat-obatan. (ant)