JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah yang terdampak serangan balasan Iran sejak pecahnya perang dengan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam pidato itu, Pezeshkian menjelaskan posisi Iran terkait serangan balasan yang dilancarkan negaranya serta dampaknya terhadap sejumlah negara di kawasan.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut empat pernyataan penting Presiden Iran dalam pidato tersebut.
1. Mengaku Tidak Berniat Menyerang Negara Tetangga
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat menyerang negara-negara tetangga, meskipun beberapa wilayah di kawasan ikut terdampak serangan yang menargetkan pangkalan militer dan aset Amerika Serikat.
“Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” ujar Pezeshkian dalam pidatonya.
2. Serangan Ditujukan ke Pangkalan Militer AS dan Israel
Sejak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah pada 28 Februari 2026, Iran melancarkan sejumlah serangan balasan.
Serangan tersebut disebut menyasar pangkalan militer dan fasilitas yang berkaitan dengan Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Akibatnya, beberapa wilayah di negara-negara Arab turut terdampak serangan tersebut.
3. Berjanji Tidak Lagi Menyerang Negara Tetangga
Dalam pidato yang sama, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan lagi menyerang negara-negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara tersebut.
Menurutnya, keputusan itu telah disepakati oleh dewan kepemimpinan sementara Iran.
“Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” kata Pezeshkian.
Dewan kepemimpinan sementara tersebut memimpin Iran setelah pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada pekan lalu.
4. Tegaskan Iran Tidak Akan Menyerah
Meski menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga, Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan menyerah kepada Israel maupun Amerika Serikat.
Konflik di Timur Tengah sendiri kini telah memasuki minggu kedua sejak pecah pada akhir Februari.
“Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka,” ujar Pezeshkian.
Sementara itu, hingga Sabtu kemarin, Iran dilaporkan kembali melancarkan serangkaian serangan balasan terbaru ke Israel dan sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebutkan beberapa titik di Uni Emirat Arab, Bahrain, hingga Kuwait menjadi sasaran serangan drone.
Bandara di Dubai bahkan sempat menghentikan operasionalnya setelah terjadi pencegatan proyektil yang mengarah ke lokasi strategis di sekitar bandara dan memicu kepulan asap di langit wilayah tersebut.
Situs pelacakan penerbangan Flightradar24 juga menunjukkan sejumlah pesawat sempat berputar di atas Bandara Dubai dalam pola menunggu (holding pattern) sebelum diizinkan mendarat.