Search

Tips Aman Berkendara saat Mudik Lebaran 2026 dari Pakar Transportasi UGM

JAKARTA, (ERAKINI) – Puluhan juta masyarakat Jabodetabek bersiap mudik Lebaran 2026. Karena itu, pemudik diimbau memastikan kondisi kendaraan, mengatur waktu istirahat, serta memanfaatkan fasilitas rest area agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwi Ardianta Kurniawan, mengatakan, pemerintah telah mengoptimalkan infrastruktur jalan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini, baik di jalur arteri maupun jalan tol.

Pada musim mudik Lebaran 2026, PT Jasa Marga juga menyiapkan empat ruas jalan tol fungsional baru di jaringan Trans-Jawa yang dapat dilintasi pemudik secara gratis. Jalur tersebut dibuka untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di sejumlah titik krusial.

“Pembukaan jalur fungsional ini dirancang untuk memecah kepadatan di titik-titik bottleneck sehingga distribusi lalu lintas bisa lebih lancar. Harapannya, waktu tempuh perjalanan darat dapat dipangkas secara signifikan untuk mengakomodasi mobilitas ratusan juta pemudik,” kata Kurniawan, Jumat (13/3/2026).

Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga memperkuat fasilitas pendukung bagi pemudik. Salah satunya dengan memanfaatkan ribuan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat tambahan.

Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Agama menyiapkan sekitar 6.859 masjid sebagai rest area alternatif. Fasilitas ini akan beroperasi selama 24 jam mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Menurut Kurniawan, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di rest area resmi jalan tol.

“Masjid-masjid ini menjadi alternatif strategis ketika rest area tol penuh. Selain untuk beristirahat, pemudik juga bisa beribadah dan memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan pemudik untuk memastikan kesiapan teknis kendaraan sebelum berangkat. Hal ini penting mengingat perjalanan mudik biasanya menempuh jarak jauh dengan durasi panjang.

Pemudik disarankan memeriksa komponen vital kendaraan secara menyeluruh, seperti kondisi dan tekanan ban, sistem pengereman, hingga cairan kendaraan mulai dari oli mesin, radiator, hingga minyak rem. “Mengabaikan kesiapan teknis kendaraan sama saja membuka peluang terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya,” tegasnya.

Selain kondisi kendaraan, faktor kelelahan pengemudi juga menjadi perhatian utama. Mengemudi dalam waktu lama dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko microsleep yang kerap menjadi penyebab kecelakaan di jalan tol.

Karena itu, pengemudi disarankan beristirahat secara berkala selama perjalanan. “Beristirahatlah minimal 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam berturut-turut. Manfaatkan rest area atau masjid yang disiapkan pemerintah untuk meregangkan otot, minum air, dan memulihkan fokus,” kata Kurniawan.

Dari sisi kenyamanan, pemudik juga diminta memanfaatkan teknologi informasi lalu lintas yang kini semakin akurat. Aplikasi navigasi digital dapat membantu memantau kondisi jalan secara real-time sehingga pengemudi dapat menghindari kemacetan.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi dari Korlantas Polri terkait rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, hingga pembatasan operasional truk.

“Menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan kebijakan rekayasa lalu lintas dapat membuat perjalanan lebih lancar dan menghindari jam puncak arus mudik,” ujarnya.

Selain itu, pemudik perlu memperhatikan kenyamanan di dalam kendaraan, terutama jika bepergian bersama anak-anak atau lansia. Pastikan sistem pendingin udara (AC) mobil berfungsi dengan baik agar sirkulasi udara tetap nyaman selama perjalanan.

Kurniawan menyarankan agar pemudik menyiapkan perlengkapan penting di dalam mobil, seperti kotak P3K, obat-obatan pribadi, camilan, air minum, serta hiburan bagi penumpang.

“Perbekalan sederhana seperti camilan, air minum, dan hiburan dapat membantu menjaga suasana perjalanan tetap nyaman, terutama saat menghadapi antrean di gerbang tol,” katanya.

Mudik Lebaran sejatinya merupakan momen untuk merayakan kebersamaan dengan keluarga di kampung halaman. Karena itu, pemudik diharapkan tetap mematuhi rambu lalu lintas, menjaga etika berkendara, serta memprioritaskan keselamatan selama perjalanan.

Dengan persiapan kendaraan yang matang, manajemen kelelahan yang baik, dan perencanaan rute yang tepat, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan hingga tiba di kampung halaman.