JAKARTA, (ERAKINI) - Guru besar Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Abdul Mujib mendorong Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Haji dan Umrah agar dapat meningkatkan kualitas layanan kepada ratusan ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.
Hal itu disampaikan Prof Mujib saat menjadi narasumber hari ke-10 Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi yang digelar Kemenhaj di Asrama Haji, Jakarta Timur, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, untuk mendorong kualitas layanan tersebut Petugas Haji harus mampu mengendalikan psikologi.
"Psikologi jangan diartikan orang yang berpenyakit secara psikologis, diterapi ya. Tapi banyak hal. Misalnya psikologi biologis dan psikologi sosiologis, bagaimana pengelolaan menjadi petugas yang profesional," ujar Prof Mujib.
Prof Mujib menilai, dengan profesionalisme dari Petugas Haji maka layanan kepada jemaah berdampak langsung terhadap kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji 2026 M/1447 H.
Lebih lanjut Prof Mujib menegaskan bahwa Petugas Haji memiliki kewajiban melayani jemaah, bukan malah dilayani. Jika prinsip tersebut tidak dipegag teguh maka mustahil Penyelenggaraan Haji 2026 bisa berjalan mulus.
"Yang paling penting adalah sikap atau perilaku yang kita itu harus melayani, tidak dilayani. Kalau secara psikologis kita sudah membawa pikiran di sana itu tidak melayani, ya pasti akan bermasalah nanti," tuturnya.
Sebagai informasi, Diklat PPIH Arab Saudi yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah berlangsung sejak 10 Januari 2026 dan akan berakhir hingga 30 Januari 2026 mendatang. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.600 petugas haji dari sembilan bidang layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, kesehatan, hingga perlindungan jemaah.
Selain pembekalan teknis layanan, peserta Diklat PPIH juga mendapatkan latihan fisik dari fasilitator TNI dan Polri, serta pendidikan bahasa Arab sebagai bagian dari persiapan bertugas melayani jemaah haji di Arab Saudi.