JAKARTA, (ERAKINI) - Memasuki hari ke-16 masa operasional penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M, Rabu (6/5/2026), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melaporkan bahwa puluhan ribu jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi, dengan sebagian di antaranya kini telah berada di Makkah untuk memulai rangkaian ibadah.
Secara keseluruhan, sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan total 97.139 jemaah dan 996 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air. Dari jumlah tersebut, 239 kloter dengan 92.739 jemaah dan 952 petugas telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan.
Sementara itu, proses pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasional haji berjalan dengan pengawasan ketat dari petugas.
“Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci,” ujar Suci dalam konferensi pers di Jakarta.
Dari sisi layanan kesehatan, Kemenhaj mencatat hingga saat ini sebanyak 12.725 jemaah menjalani rawat jalan, 144 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 232 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Adapun 70 jemaah masih menjalani perawatan.
Pada 5 Mei 2026, satu jemaah atas nama Aen Soleh Salimar dari kloter JKS 05 asal Kabupaten Bogor dilaporkan wafat. Dengan demikian, total jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia hingga saat ini berjumlah 10 orang.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi,” kata Suci.
Selain itu, penguatan layanan bimbingan ibadah juga menjadi perhatian. Hingga kini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh (izin) masuk Raudhah, dengan tambahan 341 izin yang terbit pada 5 Mei 2026. Jemaah diimbau menggunakan aplikasi Nusuk untuk mengakses layanan tersebut sesuai jadwal.
“Kami terus memperkuat layanan bimbingan ibadah, termasuk pendampingan bagi jemaah sakit serta edukasi ibadah di sektor dan fasilitas kesehatan. Ini penting agar jemaah dapat beribadah dengan benar dan sesuai tuntunan,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan perlindungan jemaah, Kemenhaj juga mendorong pemanfaatan aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan berbasis digital.
Aplikasi ini memungkinkan pelaporan secara real-time terkait berbagai layanan, mulai dari konsumsi, akomodasi, transportasi, hingga laporan kehilangan.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” tegasnya.
Dengan suhu udara di Madinah dan Makkah yang mencapai 37–39 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik.
“Kami mengingatkan jemaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” kata Suci.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar mematuhi ketentuan serta terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.
“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” pungkasnya.