Search

BAZNAS RI Fasilitasi Kurban untuk Palestina dan Lokasi Bencana

JAKARTA, (ERAKINI)  – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memfasilitasi penyaluran dan pendistribusian Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 ke lokasi-lokasi bencana hingga Palestina

Langkah ini sejalan dengan visi BAZNAS RI untuk mewujudkan keadilan sosial melalui penyaluran hewan kurban yang merata, termasuk kepada para korban di lokasi bencana khususnya Sumatra. 

Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan, strategi penyaluran tahun ini tidak hanya fokus pada pemenuhan ibadah spiritual saja, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mengurangi ketimpangan distribusi kurban antardaerah, baik di kota besar, daerah terpencil, hingga ke lokasi-lokasi bencana.

“Kami telah menetapkan persentase-presentase pendistribusian di Pusat Kajian BAZNAS, untuk daerah-daerah miskin, daerah terpinggirkan, termasuk di wilayah bencana,” ujar Sodik di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Sodik menjelaskan, untuk wilayah bencana, BAZNAS RI akan mengalokasikan khusus sebesar 10 persen dari perolehan kurban di BAZNAS. Dari 10 persen tersebut, 3 persen untuk wilayah Aceh, 5 persen untuk Sumatra Utara dan 2 persen untuk Sumatra Barat. 

Begitu pun Palestina, pada musim kurban tahun ini, BAZNAS juga akan membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menyalurkan kurban ke Palestina. Menurutnya ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS RI dalam memperluas manfaat kurban ke wilayah-wilayah yang terdampak konflik dan rawan pangan.

“BAZNAS membuka peluang bagi masyarakat yang ingin berkurban untuk Palestina, kami bekerja sama dengan mitra-mitra kami yang ada di luar negeri,” sebut Sodik. 

“Kita distribusikan dalam bentuk apa? beberapa wilayah kita berikan dalam bentuk daging segar, beberapa wilayah lain dalam bentuk daging olahan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi II BAZNAS Imdadun Rahmat memastikan hewan kurban yang akan disalurkan untuk tahun ini diutamakan berasal dari peternak binaan BAZNAS dan mitra BAZNAS. 

“Kita skemakan hewan kurban untuk program tahun ini diutamakan berasal dari para peternak langsung. Baik peternak dari balai-balai ternak yang dibina oleh BAZNAS, maupun peternak yang menjadi mitranya,” jelar Imdadun.

BAZNAS telah memiliki 42 Balai Ternak binaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Masing-masing balai ternak juga memiliki mitra-mitra peternak rumahan di sekitar lokasi.

“Jadi inilah yang menjadi skema kita untuk memberikan manfaat langsung kepada para peternak,” tegasnya.

Dengan skema tersebut, lanjut Imdadun, kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya menjangkau penerima manfaat di daerah terpencil, wilayah minoritas muslim, dan keluarga miskin. Namun juga sekaligus menggerakkan ekonomi peternak kecil binaan BAZNAS di berbagai daerah.