JAKARTA, (ERAKINI) – Harga minyak dunia kembali merosot tajam usai Iran mengumumkan Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata dengan AS dan Israel.
Biaya minyak mentah Brent turun menjadi 88 dolar AS per barel setelah pengumuman tersebut, setelah sebelumnya sempat berada di atas 98 dolar pada Jumat pagi.
Selat Hormuz adalah jalur perairan sempit di selatan Iran yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
“Lintasan bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilansir Al Jazeera, Sabtu (18/4/2026).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut baik pernyataan Iran tersebut, namun kelompok maritim masih melakukan verifikasi.
Pasar global langsung menguat setelah pengumuman itu, dengan indeks S&P 500 yang mencakup perusahaan-perusahaan terbesar di AS ditutup naik 1,2%. Indeks Cac di Paris dan Dax di Frankfurt masing-masing berakhir naik sekitar 2%, sementara FTSE 100 London ditutup naik 0,7%.
Selat Hormuz secara efektif ditutup oleh Iran sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer di negara itu pada akhir Februari.
Lalu lintas kapal tanker di jalur tersebut menurun drastis, mengurangi secara signifikan pasokan minyak dan gas di pasar global serta mendorong lonjakan harga.
Sebelum konflik, minyak Brent diperdagangkan di bawah 70 dolar per barel. Harganya melonjak di atas 100 dolar dan mencapai puncak lebih dari 119 dolar per barel pada Maret. Kemudian pada Jumat, harga kembali naik ke 92 dolar.
Meski Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka dan Trump menyambutnya, organisasi pelayaran internasional BIMCO tetap menyuarakan kekhawatiran terkait risiko yang masih berlangsung.
“Status ancaman ranjau di jalur pemisah lalu lintas masih belum jelas dan BIMCO menilai perusahaan pelayaran sebaiknya mempertimbangkan untuk menghindari area tersebut. Ini berarti jalur pemisah lalu lintas belum dinyatakan aman untuk dilintasi saat ini,” kata Kepala keselamatan dan keamanan BIMCO Jakob Larsen.
Sementara itu, pimpinan International Maritime Organization (IMO) tengah berupaya memahami detail komitmen Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
“Kami saat ini sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, terkait kepatuhannya terhadap kebebasan navigasi bagi semua kapal dagang dan keamanan pelayaran menggunakan skema jalur yang ditetapkan IMO,” ujar Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez.
Kenaikan tajam harga minyak telah mendorong naiknya harga bensin dan solar bagi pengendara, serta memicu kekhawatiran terhadap pasokan bahan bakar pesawat, yang berpotensi membuat maskapai harus membatalkan penerbangan.
Penutupan jalur vital tersebut juga memutus salah satu jalur utama pasokan pupuk bagi petani, sehingga meningkatkan risiko kenaikan harga pangan akibat konflik.