JAKARTA, (ERAKINI) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten resmi membuka pendaftaran program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2025. Pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 6 September 2025 melalui laman resmi bit.ly/daftarKIPUINSMHB2025.
Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom, mengatakan program ini bertujuan memberikan akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Program ini memprioritaskan calon mahasiswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau memiliki surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan,” ujar Ishom dalam keterangan tertulis, Rabu (3/9/2025).
Selain syarat ekonomi, calon penerima juga wajib menunjukkan potensi akademik melalui dokumen pendukung yang sah.
Jadwal Seleksi Beasiswa KIP Kuliah UIN Banten 2025
- Pendaftaran online: 1-6 September 2025
- Pengumpulan berkas fisik: 8 September 2025
- Seleksi berkas: 9-16 September 2025
- Pengumuman seleksi berkas: 18 September 2025
- Wawancara peserta lolos berkas: 22-23 September 2025
- Verifikasi faktual daring: 24-25 September 2025
- Penetapan penerima beasiswa: 30 September 2025
- Pembukaan rekening penerima: 1-3 Oktober 2025
- Penyaluran dana beasiswa: mulai 6 Oktober 2025
Berkas fisik wajib dikirimkan ke Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Gedung Rektorat Lantai 1, UIN SMH Banten. Peserta yang lolos seleksi administrasi juga diwajibkan mengikuti tahap wawancara dan verifikasi lanjutan.
Rp750.000 per Bulan untuk Penerima
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Dedi Sunardi, menyampaikan bahwa penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya hidup sebesar Rp750.000 per bulan. Dana tersebut disalurkan secara berkala melalui rekening pribadi mahasiswa.
“Ini adalah bentuk komitmen UIN Banten dalam mendukung pendidikan tinggi yang adil dan merata. Beasiswa ini bukan hanya soal biaya, tetapi juga tentang masa depan dan prestasi,” kata Dedi.
Tak Ada Kuota Jalur Masuk
Dedi menegaskan, seleksi penerima tidak ditentukan berdasarkan jalur masuk—baik SNBP, SNBT, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, maupun PMB Mandiri, melainkan murni berdasarkan kelayakan ekonomi.
Menurutnya, verifikasi akan dilakukan secara ketat oleh tim khusus yang dibentuk atas anjuran Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma). Hal ini dilakukan untuk mencegah penerima yang tidak tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan calon pendaftar agar tidak menunda pendaftaran karena waktu yang diberikan sangat singkat.
“Tahapannya panjang, jadi kami harap peserta segera mendaftar. Data juga harus cepat kami laporkan ke Puspenma,” ucap Dedi.