Kualitas Udara DKI Jakarta Membaik Minggu Pagi, dari Terburuk ke-5 Menjadi ke-21
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Kualitas udara di DKI Jakarta membaik pada Minggu (19/11/2023) pagi, sebagaimana data situs pemantau kualitas udara, IQAir. Jakarta, dilihat dari situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut, tercatat sebagai kota dengan kualitas udara peringkat ke-21 terburuk di dunia. Peringkat ini lebih baik dari peringkat kualitas udara pada Sabtu (17/11/2023) pagi, yakni terburuk kelima dunia dengan AQI di angka 160.
Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 94 atau masuk dalam kategori sedang dengan angka partikel halus (Particulate Matter/PM) 2.5, berdasarkan pantauan pada pukul 05.57 WIB.
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Minggu (19/11/2023) adalah Karachi (Pakistan) dengan indeks kualitas udara di angka 382, lalu Lahore
(India) di angka 381, kemudian Delhi (India) di angka 204 dan Kuwait City (Kuwait) di angka 176.
Sejumlah wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Pantai Indah Kapuk (141), Kebon Jeruk (132) dan Tegal Alur (129).















