WONOSOBO, (ERAKINI) - Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menegaskan bahwa istithaah kesehatan menjadi syarat utama bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, dalam kegiatan manasik haji terintegrasi yang berlangsung di Gedung Sasana Adipura.
Menurut Jaelan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan para calon jemaah benar-benar mampu secara fisik menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan stamina dan kondisi tubuh prima.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah calon jemaah haji (calhaj) asal Wonosobo tercatat sebanyak 1.064 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia terbanyak berada pada rentang 56 hingga 65 tahun. Seluruh jemaah direncanakan berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta (YIA).
Namun demikian, hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan tidak semua calon jemaah dapat diberangkatkan tahun ini. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 958 jemaah dinyatakan siap berangkat, sementara sisanya belum memenuhi syarat istithaah kesehatan.
“Secara umum jemaah memenuhi syarat kesehatan, namun ada beberapa yang memerlukan pendampingan obat, dan ada juga yang belum memenuhi syarat istithaah sehingga keberangkatannya ditunda,” ujar Jaelan dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
Ia menambahkan, bagi jemaah yang dinyatakan memenuhi syarat istithaah dengan pendampingan obat, diharapkan membawa bekal obat pribadi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci yang diperkirakan berlangsung sekitar 40 hari.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengimbau para calon jemaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di puskesmas atau rumah sakit guna memantau kondisi tubuh menjelang keberangkatan.
Berdasarkan hasil pemantauan dari manasik kesehatan berbasis Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), tingkat kebugaran sebagian jemaah masih berada pada kategori cukup hingga kurang. Karena itu, calon jemaah dianjurkan mulai meningkatkan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan sesuai kemampuan masing-masing.
Langkah tersebut dinilai penting agar jemaah memiliki ketahanan fisik yang cukup dalam menjalani rangkaian ibadah haji, mulai dari aktivitas di Makkah, Madinah, hingga puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Melalui persiapan kesehatan yang matang, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap para jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, aman, serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat.