Ilustrasi - Penumpang Kereta Cepat "Whoosh" di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung. (Foto: Antara/HO-KCIC/am)
JAKARTA, (ERAKINI) – PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengimbau penumpang Kereta Cepat Whoosh untuk datang ke stasiun 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Kebijakan itu disampaikan oleh Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (27/10/2023).
Menurutnya, hal tersebut diterapkan karenakan secara sistem, kereta pada akan ditutup saat sudah memasuki 5 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta.
"Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penumpang selama menggunakan perjalanan Whoosh baik saat berada di stasiun dan di atas kereta," kata Eva Chairunisa, Jumat (27/10/2023).
Dengan mempertimbangkan luas stasiun dan juga jarak yang perlu ditempuh dari gate di lantai 2 menuju peron stasiun di lantai 3, menurutnya, akan sangat berisiko jika penumpang terburu-buru atau berlari menuju peron. Dikhawatirkan penumpang dapat terjatuh dan terluka.
"KCIC juga berkomitmen untuk memastikan perjalanan Kereta Cepat Whooshsesuai dengan jadwal yang ditentukan dengan target tingkat ketepatan waktu mencapai 100 persen," ujar Eva.
Maka dari itu, melalui kebijakan tersebut, penumpang Kereta Cepat Whoosh diimbau untuk tiba di stasiun 30 menit sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari tertinggal kereta.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah proses yang harus dijalani ketika penumpang tiba di stasiun sebelum masuk dalam kereta, yaitu mulai dari pemeriksaan barang bawaan hingga proses boarding.
"Penumpang yang sudah membeli tiket Kereta Cepat Whoosh secara daring melalui aplikasi Whoosh, ticket.kcic.co.id, dan saluran pemesanan resmi lainnya tidak perlu lagi mencetak tiket karena dapat langsung melakukan boarding dengan menggunakan QR Code yang didapatkan usai melakukan pembelian tiket. Hal ini tentu saja dapat mempersingkat proses boarding," kata Eva.
“Bagi penumpang yang datang terlambat, tiket yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan dan tidak dapat digunakan untuk perjalanan kereta selanjutnya. Jika tetap akan menggunakan perjalanan kereta cepat maka harus membeli tiket baru," tuturnya.
KCIC, kata Eva, berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan dan pelayanan terbaik pada masyarakat agar layanan Kereta Cepat Whoosh bisa dinikmati secara optimal. Untuk kenyamanan bersama, kata dia, penumpang diimbau untuk dapat mengatur waktu kedatangannya ke stasiun.
“Seluruh stasiun Kereta Cepat Whoosh sudah dilengkapi dengan ruang tunggu yang nyaman dan luas. Penumpang juga dapat menunggu di area bazar kuliner yang tersedia. Sejumlah gerai ritel yang sudah bekerja sama juga akan dibuka dalam waktu dekat," ucap Eva.
Sebagai informasi, Kereta Cepat Whoosh merupakan layanan kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang beroperasi dengan kecepatan hingga 350 km/jam. Kereta Cepat Whoosh memiliki jalur sepanjang 142,3 kilometer (km) dengan 13 terowongan dan melayani empat stasiun, yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.
Untuk meningkatkan konektivitas, Kereta Cepat Whoosh juga terkoneksi dengan LRT Jabodebek, KA feeder, Commuter Line Bandung Raya, bus rapid transit, shuttle dan taksi.