Kanada dan Kalimat Jesse Marsch
Wibowo Prasetyo
Wibowo Prasetyo
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, penikmat sepakbola
SESAAT setelah pertandingan usai, Jesse Marsch meminta para pemain Kanada berkumpul membentuk lingkaran di tengah lapangan. Wajah mereka masih dipenuhi keringat. Tidak banyak yang berbicara. Di tengah suasana yang nyaris hening itu, Marsch mengucapkan satu kalimat pendek, “You are Canadian heroes.” Ia kemudian melanjutkan, “Heroes for the future children of this country who play this sport.”
Pelatih biasanya berbicara tentang permainan, tentang apa yang berhasil dilakukan pemainnya, atau apa yang harus segera diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya. Tetapi Marsch memilih berbicara tentang anak-anak yang bahkan tidak berada di stadion malam itu. Anak-anak yang mungkin menonton dari rumah bersama keluarga, atau dari layar telepon genggam orang tuanya. Dengan kalimat itu, Marsch seperti sedang mengatakan bahwa kemenangan Kanada tidak berhenti di lapangan tempat para pemainnya berdiri.
Beberapa pekan lalu saya menulis tentang hari pertama Kanada sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026. Di Toronto, ribuan orang mengenakan jersey dari berbagai negara memenuhi kereta bawah tanah, taman kota, kafe, dan hingga jalan-jalan di sekitar stadion. Orang-orang itu datang lengkap dengan atibut negara masing-masing.



















