Liburan Sekolah dan Gerakan Penguatan Literasi Mandiri
Rosidi
Pegiat literasi,
Staf pengajar MA NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus
Mentor Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Ma’had Aly TBS
HARI-hari ini, anak-anak (para murid) di sekolah-sekolah/ madrasah yang ada di tanah air, tengah menikmati liburan usai penerimaan rapor kenaikan kelas di lembaga Pendidikan tempat mereka belajar masing-masing.
Liburan sekolah, tentu menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Sebuah kesempatan yang dinanti-nanti, untuk refresh sejenak dari aktivitas rutin yang mesti dijalani di bangku sekolah.
Ada beragam cara anak-anak mengisi liburan sekolahnya. Mulai yang naik gunung bersama komunitasnya. Ke tempat wisata bersama kawan-kawannya. Ada yang liburan ke rumah saudara. Kongkow bersama teman-temannya di kampung.
Namun yang memprihatinkan, adalah jika anak yang menghabiskan waktu liburan sekolahnya hanya untuk bermain gadget sampai lupa waktu. Baik itu untuk menonton drama-drama online, game online, dan lainnya yang kurang bermanfaat dan hanya buang-buang waktu.
Untuk itu, secara mandiri, anak-anak, dengan dukungan keluarga, mesti merancang sebuah aktivitas personal untuk penguatan kapasitas intelektualnya. Semacam challenge (tantangan), yang mampu menumbuhkan nalar kritis, yang pada gilirannya mampu merangsang kreativitasnya.



















