Search

Makan di Mobil saat Perjalanan Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Pakar!

JAKARTA, (ERAKINI) - Banyak orang memilih makan di dalam mobil karena praktis dan menghemat waktu. Entah karena terburu-buru atau sudah jadi kebiasaan, aktivitas ini sering dianggap sepele. Apalagi ini momentum arus Mudik dan Balik Lebaran Idulfitri 2026. Padahal, menurut para ahli kesehatan, kebiasaan tersebut justru menyimpan risiko serius yang jarang disadari.

Mengutip laporan dari Daily Mail, seorang pakar kesehatan dari WINIT Clinic, Dr Shivram Singh, mengingatkan bahwa makan atau menyimpan makanan di dalam mobil bisa meningkatkan potensi keracunan makanan.

Menurutnya, sisa makanan seperti remah-remah yang tertinggal di jok, karpet, atau sela-sela interior mobil dapat menjadi “rumah” bagi bakteri dan jamur. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kondisi ini membuat mobil berubah menjadi lingkungan kotor yang tidak layak untuk aktivitas makan.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa mobil bukanlah tempat ideal untuk menikmati makanan. Selain faktor kebersihan, kenyamanan dan higienitas juga jauh dari standar yang seharusnya. Jika memang terpaksa makan di mobil, kebersihan harus jadi prioritas utama. Interior mobil perlu rutin dibersihkan agar tidak menjadi sarang kuman.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah suhu di dalam mobil. Saat cuaca panas maupun dingin ekstrem, suhu kabin bisa berubah drastis. Kondisi ini justru mempercepat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

Bakteri seperti Salmonella dan Listeria diketahui mudah berkembang dalam lingkungan hangat dan tertutup seperti mobil. Kedua jenis bakteri ini sering dikaitkan dengan kasus keracunan makanan yang serius.

Pendapat ini diperkuat oleh Dr Gareth Nye dari University of Chester. Ia mengungkapkan bahwa bagian dalam mobil bisa dihuni oleh sekitar 1.500 jenis bakteri berbeda.

Area seperti setir, dashboard, hingga kursi pengemudi menjadi titik dengan tingkat kontaminasi tinggi. Salah satu bakteri yang umum ditemukan adalah Escherichia coli, yang biasanya hidup di usus manusia. Meski sering tidak berbahaya, dalam kondisi tertentu bakteri ini bisa memicu gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

Jadi, kesimpulannya, makan di mobil bukan sekadar soal kepraktisan, tapi juga soal risiko kesehatan yang nyata. Para ahli menyarankan untuk makan di tempat yang lebih bersih dan layak, serta rutin menjaga kebersihan interior mobil agar terhindar dari ancaman bakteri yang tak terlihat.