Search

Hindari Hal Ini Bila Bukbermu Ingin Nyaman dan Menyenangkan

JAKARTA, (ERAKINI) - Buka bersama merupakan tradisi yang tidak pernah dilupakan umat Islam di bulan Ramadhan. Bahkan, saat ini buka bersama sudah menasional karena hampir dilakukan oleh semua kelompok, termasuk kementerian dan lembaga pemerintah. 

Namun, terkadang pada saat menghadiri agenda buka bersama ada saja hal-hal yang merusak mood. Situasi ini bahkan membuat petaka bagi beberapa orang yang merasa tidak nyaman atas kondisi tersebut. 

Agar buka bersama mu tetap nyaman dan menyenangkan, beberapa hal di bawah ini harus Anda hindari, yaitu” 

1. Datang Terlambat Ke Tempat Bukber

Tentunya sebelum pelaksanaan bukber, telah disepakati tentang tanggal, waktu, pendanaan dan penanggungjawab acara. Maka hal yang wajib anda lakukan ialah datang tepat waktu. 

Ketika Anda datang terlambat, bisa jadi ada beberapa teman yang moodnya menjadi jelek. Selain itu, anda juga akan kehilangan beberapa momen maupun kebersamaan dengan teman-teman. 

Terlebih jika bukber merupakan momen reunian, tentu akan sangat disayangkan jika terlambat datang. Sebab, kesempatan tersebut jarang sekali, dan belum tentu bisa terulang lagi.

2.Menanyakan Hal-Hal Yang Bersifat Privasi

Salah satu hal yang membuat seseorang trauma untuk ikut bukber ialah pertanyaan-pertanyaan yang membuat tidak nyaman, terutama yang berkaitan dengan privasi pribadi. 

Padahal, obrolan saat bukber akan tetap menyenangkan dengan membahas tentang masa lalu atau kisah yang sama-sama berkesan untuk diceritakan. Karena pada dasarnya, tidak menjadi soal bercerita tentang hal pribadi yang sama-sama diketahui, asalkan tidak kebablasan. Peka-lah terhadap respon lawan bicara, berhentilah bila dirasa kurang menyenangkan.

4.Terlalu Sibuk Dengan Gadget

Sibuk sendiri dengan gadget, akan mengurangi kenyamanan saat berkumpul. Pasalnya, hal itu membuat yang dekat menjadi jauh dan yang jauh menjadi dekat. Menggunakan gadget tentu tidak dilarang saat berkumpul dalam sebuah acara, namun jika terlalu over dengan barang elektronik tersebut bisa saja membuat suasana jadi vakum dan tidak menyenangkan. Apalagi saat bukber, yang seharusnya menjadi ajang bercengkrama satu dengan yang lainnya. 

6. Saling Pamer Pencapaian dan Ajang Mengunggulkan Diri

Hal ini juga salah satu pemicu yang membuat seseorang "ogah" ikut bukber. Sebab, tidak jarang bukber dijadikan ajang untuk memamerkan keunggulan dan pencapaian pribadi. 

Di samping itu, teman-teman yang pencapaiannya tidak imbang, tidak sedikit yang menjadi bahan bullying saat bukber. Sehingga, memberikan tekanan sosial dan traumatik tersendiri. 

Sebaiknya, obrolan tentang itu dihindari saat acara bukber, dengan mengutamakan kenyamanan dan kesenangan bersama. Usahakan untuk bersikap saling empati.