Search

Tips Cerdas Menyantap Ketupat dan Opor agar Tetap Sehat Saat Lebaran Idulfitri

JAKARTA, (ERAKINI) - Lebaran terasa kurang lengkap tanpa kehadiran ketupat dan opor ayam di meja makan. Sajian khas ini memang selalu jadi favorit saat berkumpul bersama keluarga. Namun, di balik kelezatannya, keduanya cenderung tinggi kalori, lemak, serta santan yang berpotensi memengaruhi kadar kolesterol dan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa khawatir, berikut beberapa strategi sehat yang bisa diterapkan, dirangkum Erakini, Sabtu (21/3/2026)!

1. Kendalikan Porsi Sejak Awal
Mulailah dengan porsi kecil agar lebih mudah mengontrol asupan makanan. Jangan hanya fokus pada ketupat dan opor, tetapi imbangi dengan sayur dan buah agar kebutuhan serat terpenuhi dan sistem pencernaan tetap lancar. Mengonsumsi protein lebih dulu, seperti ayam tanpa kulit, lalu diikuti sayuran dapat membantu menjaga kestabilan gula darah serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

2. Gunakan Bahan yang Lebih Sehat
Cobalah mengolah opor dengan santan yang lebih encer atau menggantinya dengan susu rendah lemak untuk menekan kadar lemak jenuh tanpa mengurangi cita rasa gurih. Alternatif lain, gunakan ketupat dari beras merah yang lebih kaya serat dibandingkan beras putih. Selain itu, tambahkan aneka sayuran seperti labu siam, wortel, buncis, atau jamur ke dalam opor agar nilai gizinya meningkat.

3. Kurangi Gula dan Garam
Hindari konsumsi minuman manis seperti sirup dan soda secara berlebihan. Sebagai gantinya, pilih air putih, infused water, atau teh tawar yang lebih menyegarkan dan sehat. Batasi pula penggunaan garam dalam masakan. Kamu bisa memaksimalkan cita rasa dengan rempah alami seperti kunyit, jahe, bawang putih, dan lada. Untuk camilan seperti nastar dan kastengel, tetap boleh dinikmati, tetapi dalam jumlah terbatas.

4. Tetap Aktif Bergerak
Jangan langsung beristirahat setelah makan besar. Manfaatkan momen silaturahmi dengan berjalan kaki saat berkunjung ke rumah kerabat atau membantu aktivitas ringan di rumah. Luangkan waktu sekitar 30 menit setiap hari untuk olahraga ringan seperti peregangan atau senam agar metabolisme tubuh tetap optimal.

5. Cukupi Kebutuhan Cairan
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih minimal delapan gelas per hari, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam. Batasi juga minuman berkafein seperti kopi atau teh manis agar tidak memicu dehidrasi. Keseimbangan cairan penting untuk menjaga tubuh tetap segar selama perayaan Lebaran. Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana ini, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan. Ingat, esensi Lebaran bukan hanya soal makanan, tetapi juga kebersamaan dan menjaga tubuh tetap bugar.