Digitalisasi Dinilai Jadi Kebutuhan Dasar dalam Tata Kelola Halal Global
Abdul Rahman Ahdori








“Digitalisasi bukan lagi opsi, tetapi kebutuhan mendasar dalam tata kelola halal global. Integrasi data, transparansi berbasis teknologi, dan sistem yang saling terhubung akan menjadi fondasi utama untuk memperkuat kepercayaan publik dunia terhadap produk halal,” ujar Ahmad Haikal Hasan, dikutip dari laman resmi BPJPH, Rabu (19/11/2025).
Haikal Hasan menyebut, dari aspek regulasi, setiap negara menyampaikan komitmen memperkuat kredibilitas dan akuntabilitas sistem halal melalui regulasi yang lebih kuat serta kolaborasi antarinstitusi lintas negara.
Bahkan, perwakilan negara itu juga mendukung upaya harmonisasi standar halal global untuk mempermudah perdagangan internasional dan mengurangi hambatan teknis yang masih terjadi.
Karena itu, kata Ahmad Haikal Hasan, yang perlu ditegaskan adalah soal kepemimpinan kolektif di antara negara-negara peserta.
“Harmonisasi standar halal global hanya dapat terwujud apabila setiap negara memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat regulasi, meningkatkan akuntabilitas, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. H20 menjadi ruang penting untuk memastikan semangat itu terus hidup,” ujarnya.

