Prof Irwandi Jaswir saat menerima penghargaan dari Raja Arab Suadi Salman bin Abdul Aziz (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) -Industri halal dunia terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk yang mendapatkan sertifikasi halal dari otoritas atau pemerintah di masing-masing negara.
Selain itu, perkembangan industri halal juga dipengaruhi oleh banyaknya riset soal halal yang dilakukan oleh akademisi. Salah satunya oleh Prof selaku Koordinator di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional (IIUM), .
Pria asal Medan, Sumatera Utara ini dapat dikatakan sosok yang memiliki kontribusi besar dalam menghadirkan kajian dan produk pengetahuan soal halal. Bahkan, atas kontribusinya tersebut ia sempat mendapatkan penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi Bidang Pelayanan Islam, Raja Faisall pada 2018 lalu.
Dia tercatat sebagai warga negara Indonesia kedua yang menerima penghargaan prestisius ini, setelah Mohammad Natsir yang meraih penghargaan serupa pada tahun 1980.
Profil Irwandi Jasir
Dilansir dari berbagai sumber pada Kamis (13/2/2025), Prof Irwandi dilahirkan di Medan, Sumatera Utara, sebagai anak keenam dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Jaswir Rajo Ameh, adalah seorang pedagang yang lulus dari sekolah dasar. Sementara ibunya, Sudarni, adalah seorang lulusan Madrasah Tsanawiyah yang mengurus rumah tangga.
Setelah lahir, keluarga Irwandi kembali ke kampung halaman mereka di Jorong Baringin, Nagari Kota Tangah, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sejak kecil, Irwandi sudah menunjukkan ketertarikan dalam dunia pendidikan.
Ia ditempatkan di SD yang terletak cukup jauh dari rumahnya, dan di SMA, ia aktif menulis surat-surat untuk surat kabar lokal. Prestasinya di sekolah membuatnya mendapatkan beasiswa, yang ia gunakan untuk membeli sepeda.
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Bukittinggi pada tahun 1989, Irwan
di diterima melalui jalur undangan di Jurusan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, dan menyelesaikan gelar sarjana pada tahun 1993. Ia kemudian menjadi asisten dosen di kampusnya.
Pada tahun 1994, Irwandi berhasil lulus seleksi beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister (S2) di bidang Food Science and Biotechnology di Universitas Pertanian Malaysia (UPM), yang kini dikenal dengan nama Universitas Putra Malaysia.
Ia berhasil meraih gelar Master of Science (M.Sc.) pada tahun 1996.
Selain pendidikan formalnya, Irwandi juga mempublikasikan karya ilmiah yang diakui sebagai salah satu yang terbaik di bidang makanan di Malaysia.
Pada tahun 1997, Irwandi melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama dan meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada tahun 2000. Ia juga mengikuti program PhD Twinning di Universitas British Columbia, Kanada, antara tahun 1998-1999.
Sebagai ilmuwan yang berfokus pada bioteknologi, Prof. Irwandi telah memberikan banyak kontribusi penting dalam penelitian halal, terutama dalam pengembangan produk makanan dan obat-obatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Kepakarannya menjadikannya tokoh kunci dalam Halal Industry Research Centre di IIUM, tempat ia terus berinovasi untuk mengembangkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat global.
Penghargaan Internasional Raja Faisal yang diterimanya pada 2018 mengukuhkan peran Prof. Irwandi sebagai salah satu ilmuwan terkemuka Indonesia yang memberikan dampak besar dalam bidang bioteknologi dan pengembangan halal di dunia.