Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan keterangan usai acara Gathering Media dan Pengusaha dengan tema "Menuju Wajib Halal Oktober 2026: Memperkuat Ekosistem Halal dengan Tertib Halal" di Cibubur, Kota Bekasi, Senin (6/10/2025). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan bahwa seluruh produk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melalui proses sertifikasi halal dan pengawasan ketat. Ia memastikan tidak ada bahan nonhalal yang digunakan, termasuk isu penggunaan pada food tray atau ompreng yang sempat ramai di publik.
“Kalau pun ada (isu) itu dipakai buat mereka, bukan untuk Indonesia. Saya jamin yang masuk ke Indonesia tidak ada yang begitu-begitu,” tegas Haikal Hasan usai acara Gathering Media dan Pengusaha dengan tema "Menuju Wajib Halal Oktober 2026: Memperkuat Ekosistem Halal dengan Tertib Halal" di Cibubur, Kota Bekasi, Senin (6/10/2025).
Pria yang akrab disapa Babe Haikal ini menjelaskan, program MBG melibatkan banyak instansi dalam proses sertifikasi dan pengawasan, termasuk BPOM dan Kementerian Kesehatan. “Untuk sertifikasi halal di MBG, semua akan terlibat. Ada BPOM terlibat, Kemenkes terlibat, halal juga terlibat. Semua akan diperkuat, untuk meningkatkan mutu penjaga maupun pelakunya,” ujarnya.
Menurut Babe Haikal, seluruh aspek dalam program MBG menjadi prioritas sertifikasi halal, mulai dari makanan, minuman, peralatan dapur, proses penyajian, hingga sumber daya manusia yang terlibat. Saat ini, sekitar 5.000 kepala dapur telah terdaftar dan mengikuti pelatihan berkala terkait penerapan standar halal.
“Yang sudah terdaftar kemarin 5.000 kepala dapur. Kita bikin pelatihan berkala, sekali pelatihan bisa seribuan orang. Semua dalam proses,” ungkapnya.
Terkait temuan hasil kunjungan ke Tiongkok, Haikal kembali menepis isu bahwa produk peralatan makan MBG atau ompreng mengandung bahan nonhalal. Ia bahkan menegaskan pihaknya sudah melakukan uji laboratorium dengan standar tertinggi.
“Enggak ada nampan mengandung babi, enggak ada! Saya jamin 1.000 persen. Saya sudah tes di laboratorium saya sendiri, mutunya tertinggi. Laboratorium kami punya 45 marker. Coba tanya lab lain, ada yang sampai segitu? Enggak ada. Dan hasilnya bersih,” ucapnya.
Lebih lanjut, Babe Haikal memastikan bahwa ke depan seluruh produk MBG akan dilengkapi dengan logo halal sesuai regulasi. “Pasti akan ada logo halalnya karena proses sertifikasinya sudah berjalan. Tapi bukan berarti yang sekarang tidak halal, semua sedang dalam proses,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tenggat waktu penerapan wajib sertifikasi halal pada Oktober 2026 bersifat final dan tidak akan diperpanjang lagi. “Fix! Enggak diperpanjang lagi. Dulu sempat 2025, diperpanjang ke 2026. Sekarang sudah final,” tandasnya.