Masjid Tuo Kayu Jao di Sumatera Barata yang kini menjadi wisata halal (Foto: Ist)
SOLOK, (ERAKINI) - Pemerintah terus mendorong pengembangan wisata halal sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berdiri sebuah masjid bersejarah yang usianya diperkirakan lebih dari tiga abad. Masjid Tuo Kayu Jao atau Masjid Nurul Islam Koto Kayu Jao diyakini sebagai masjid tertua di Solok sekaligus salah satu yang paling tua di Indonesia.
Masjid ini berada di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Sejumlah peneliti memperkirakan masjid ini dibangun pada abad ke-17, seiring dengan berkembangnya Islam di wilayah tersebut. Hingga kini, masjid masih aktif dipakai untuk salat, pengajian, hingga kegiatan pendidikan agama.
Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (8/9/2025), Tidak ada catatan tertulis mengenai waktu pembangunan masjid. Namun, tokoh masyarakat setempat menyebut dua ulama, Angku Musaur dan Angku Labai, sebagai pendiri awalnya. Keduanya dimakamkan tak jauh dari kompleks masjid.
Pada masa itu, nagari sudah terbentuk dengan tatanan kepemimpinan khas Minangkabau yang melibatkan alim ulama, cerdik pandai, dan ninik mamak.
Sebagai cagar budaya, masjid ini beberapa kali dipugar. Salah satu tiang pernah diganti, atap ijuk diperbarui, hingga warna cat berubah dari putih menjadi cokelat kehitaman pada pemugaran terakhir. Meski demikian, arsitektur aslinya tetap dipertahankan.
Bentuk masjid memperlihatkan perpaduan kental antara budaya Minangkabau dan Islam. Atapnya bertingkat tiga, terbuat dari ijuk setebal 15 sentimeter dengan permukaan cekung agar air hujan cepat mengalir. Bagian puncak berbentuk limas, sementara atap mihrab dibuat menyerupai gonjong Rumah Gadang.
Setiap tingkatan atap memiliki celah sebagai pencahayaan alami. Di bagian atas, mustaka menjadi penanda sentuhan arsitektur Islam.
Bangunan ini ditopang 27 tiang kayu yang melambangkan enam suku di sekitar masjid. Setiap suku diwakili empat unsur pemerintahan, ditambah tiga unsur agama: khatib, imam, dan bilal.
Simbolisasi lain tampak pada jumlah jendela yang berjumlah 13, sesuai dengan jumlah rakaat salat wajib.
Bedug Tua yang Masih Bertahan
Seperti masjid tua lain di Nusantara, Masjid Kayu Jao memiliki bedug atau tabuah dalam bahasa Minang. Bedug yang diyakini setua masjid ini ditempatkan di bangunan tersendiri di dalam kompleks. Hingga kini, tabuah masih dipertahankan sebagai bagian dari tradisi Islam, meski pengeras suara sudah digunakan.
Kini, Masjid Tuo Kayu Jao tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga destinasi wisata religi dan sejarah. Wisatawan lokal hingga mancanegara kerap datang untuk menyaksikan langsung jejak peradaban Islam yang masih terjaga di tanah Minangkabau.