Search

Doa Diberi Kemudahan saat Mudik Lebaran, Amalkan Saat Perjalanan ke Kampung Halaman

JAKARTA, (ERAKINI) - Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi tinggal menghitung hari. Menjelang Lebaran, masyarakat Indonesia biasanya berbondong-bondong pulang ke kampung halaman dalam tradisi yang dikenal dengan istilah mudik.

Mudik merupakan perjalanan seseorang dari tempat tinggal menuju kampung halaman. Perjalanan tersebut dapat ditempuh menggunakan berbagai moda transportasi, baik transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal, dan pesawat, maupun kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil.

Dalam ajaran Islam, setiap Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa ketika hendak melakukan perjalanan. Doa tersebut dipanjatkan kepada Allah SWT dengan harapan perjalanan yang ditempuh diberi kemudahan serta dijauhkan dari berbagai kesulitan.

Berikut doa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW yang dapat dibaca saat melakukan perjalanan:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ

Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”

Doa tersebut dianjurkan untuk dibaca karena doa orang yang sedang melakukan perjalanan termasuk doa yang mustajab atau mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:

روينا في كتب أبي داود والترمذي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi: doa orang yang teraniaya, doa orang yang sedang bepergian, dan doa orang tua untuk anaknya,” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dengan membaca doa tersebut, diharapkan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 H/2026 M dapat berlangsung lancar, aman, dan penuh keberkahan. Semoga perjalanan menuju kampung halaman dimudahkan serta seluruh pemudik dapat berkumpul kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat. Amin.