Dark
Light
Dark
Light
Top Banner

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?

Setiap menjelang Ramadhan, masyarakat Indonesia memiliki tradisi khusus untuk menyambut bulan suci. Diantara tradisi menjelang bulan Ramadhan (akhir Sya’ban) adalah ziarah kubur. Sebagian mengistilahkan tradisi ini sebagai ruwahan, nyekar (sekitar Jawa Tengah), kosar (sekitar Jawa Timur), munggahan (sekitar tatar Sunda) dan lain sebagainya. 

Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadhan. Bagaimana dengan hukum ziarah kubur menjelang Ramadhan?

Menurut keterangan NU Online, pada masa awal-awal Islam, Rasulullah saw memang pernah melarang umat Islam berziarah ke kuburan, mengingat kondisi keimanan mereka pada saat itu yang masih lemah. Serta kondisi sosiologis masyarakat Arab masa itu yang pola pikirnya masih didominasi dengan kemusyrikan dan kepercayaan kepada para dewa dan sesembahan. Rasulullah saw mengkhawatirkan terjadinya kesalahpahaman ketika mereka mengunjungi kubur baik dalam berperilaku maupun dalam berdoa.  

Akan tetapi bersama berjalannya waktu, alasan ini semakin tidak kontekstual dan Rasulullah pun memperbolehkan berziarah kubur. Demikian keterangan Rasulullah saw yang bisa kita temukan dalam Sunan Turmudzi no 973

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة"رواة الترمذي 

Hadits dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.

Demikianlah sebenarnya hukum dasar dibolehkannya ziarah kubur dengan illat (alasan) ‘tazdkiratul akhirah’ yaitu mengingatkan kita kepada akhirat. 

Oleh karena itu dibenarkan berziarah ke makam orang tua dan juga ke makam orang shalih dan para wali. Selama ziarah itu dapat mengingatkan kita kepada akhirat. Begitu pula ziarah ke makam para wali dan orang shaleh merupakan sebuah kebaikan yang dianjurkan, sebagaimana pendapat Ibnu Hajar al-Haytami dalam kitab ‘al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra’. 

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ziarah kubur menjelang Ramadhan hukumnya boleh. Selama kegiatan tersebut tidak mengganggu akidah masyarakat atau orang yang berziarah. 

Sementara soal ziarah yang ditradisikan setiap menjelang Ramadhan, hal ini sebagai wujud kecintaan umat Islam dalam menyambut bulan yang penuh berkah. Islam tidak melarangnya, selama hal itu tidaklah memberatkan. Sebaliknya, umat Islam dianjurkan bergembira dalam menyambut bulan yang penuh berkah ini.


Editor:
JADWAL SHOLAT
15 April 2024
05 Syawal 1445
Imsak
04:28
Subuh
04:38
Dzuhur
11:55
Ashar
15:15
Magrib
17:54
Isya'
19:04

Hikmah Terkini