JAKARTA, (ERAKINI) - Akhir- akhir ini, perbincangan terkait Lailatul Qadar semakin ramai didengungkan. Para ulama menyebut malam mulia itu datang di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Lailatul Qadar bagi umat Islam merupakan anugerah dan karunia yang apabila mendapatkannya sungguh hal yang membahagiakan. Selain karena akan mendapatkan pahala, doa yang dipanjatkan saat Lailatul Qadar dijamin terkabul.
Ulama sekaligus penulis Tafsir Al Misbah, Prof Quraish Shihab mengatakan, keagungan Lailatul Qadar sebenarnya sulit dipahami secara menyeluruh oleh manusia. Pengetahuan tentang keistimewaan malam tersebut hanya dapat diketahui melalui penjelasan yang terdapat dalam Al-Quran maupun hadis Nabi.
“Lailatul Qadar ini sebenarnya kalau kita akan bahas tidak mudah, bahkan hampir sangat sulit bahkan mustahil mengetahui betapa kehebatannya. Kita hanya bisa mengetahui kehebatannya dari apa yang disampaikan oleh Rasul baik melalui Al-Quran maupun Sunnah beliau,” ujar Quraish Shihab dalam program Shihab & Shihab yang tayang di kanal YouTube Najwa Shihab, seperti dilihat Kamis (12/3/2026).
Salah satu peristiwa luar biasa pada malam Lailatul Qadar, kata Prof Quraish Shihab, adalah turunnya para malaikat secara bergantian. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan.
Alumnus Universitas Al-Azhar ini menjelaskan bahwa malaikat selalu membawa kebaikan dan mendorong manusia untuk melakukan perbuatan baik. Karena itu, orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar akan terdorong untuk memperbanyak amal kebajikan.
“Malaikat itu selalu membawa kebaikan, selalu mendorong orang untuk melakukan kebaikan. Sehingga pada malam itu orang yang bertemu dengan Lailatul Qadar dia selalu akan terdorong melakukan kebaikan karena malaikat bersama dia,” tuturnya.
Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah hadirnya kedamaian yang berlangsung hingga terbitnya fajar.
Prof Quraish Shihab menjelaskan, makna “hingga terbit fajar” dapat dipahami dalam dua arti. Pertama, kedamaian yang dirasakan sampai fajar pada keesokan harinya. Kedua, kedamaian yang terus dirasakan sepanjang kehidupan manusia hingga di akhirat.
Pendiri Pusat Studi Al Quran ini mengugkapkan, seseorang yang merasakan Lailatul Qadar akan membawa kedamaian dalam hidupnya, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain dan lingkungan sekitar.
“Dia merasakan kedamaian dan dia mampu memberi kedamaian. Damai bisa damai aktif, bisa damai pasif. Kalau Anda memberi seseorang, maka itu bisa melahirkan kedamaian. Tapi kalau Anda tidak mengganggu dia, itu juga bisa melahirkan kedamaian,” ujarnya.
Menurut dia, salah satu cara menguji apakah seseorang benar-benar merasakan Lailatul Qadar adalah dengan melihat perubahan sikapnya setelah itu.
“Kalau kebaikannya bertambah, itu salah satu tanda bahwa dia telah bertemu dengan Lailatul Qadar. Yang kedua, dia selalu mencari kedamaian,” kata dia.
Lebih lanjut, Prof Quraish Shihab menyampaikan bahwa Lailatul Qadar merupakan karunia yang secara khusus diberikan kepada umat Nabi Muhammad.
Ia menyebutkan, salah satu pendapat ulama menyatakan bahwa umat-umat terdahulu memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan manusia saat ini.
Oleh karena itu, Allah memberikan Lailatul Qadar sebagai kompensasi agar umat Nabi Muhammad tetap memiliki kesempatan meraih pahala yang sangat besar.
“Setiap seorang mendapatkan Lailatul Qadar, seakan-akan umurnya bertambah seribu bulan atau lebih dari 80 tahun,” ujarnya.
Di akhir penjelasannya, Prof Quraish Shihab juga menyampaikan doa yang dianjurkan untuk dibaca selama Ramadan, khususnya dalam menyambut Lailatul Qadar.
“Allahumma anta salam, wa minka salam, wa ilayka ya’udhu salam, fahayyina rabbana bistalam, wa adkhilnal jannata daras salam, tabarakta rabbana, wa ta’alayta ya dzal jalali wal ikram," ucapnya.
Ia menjelaskan, doa tersebut memohon kepada Allah agar manusia diberi kehidupan yang penuh kedamaian dan dimasukkan ke dalam surga yang juga penuh dengan kedamaian.
“Ya Allah, Engkaulah yang Maha Damai. Dari-Mu sumber segala kedamaian. Maka hidupkanlah kami dalam kedamaian dan masukkanlah kami ke dalam surga-Mu, surga yang penuh kedamaian,” tutur Quraish Shihab.