Pembukaan Konferensi Moderasi Beragama Asia Afrika-Amerika Latin di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (20/12/2023). (Foto: Kemenag)
BANDUNG, (ERAKINI) - KonferensiModerasi BeragamaAsia-Afrika dan Amerika Latin (KMBAA-AL) digelar hari ini, Rabu (20/12/2023) dan akan berlangsung hingga 22 Desember 2023 dengan dihadiri oleh delegasi 18 negara.
KonferensiModerasi Beragama yang digelar oleh Balitbang Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI yang bekerja sama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini menjadi ikhtiar Kementerian Agama dalam penguatan moderasi beragama di level global sekaligus ikut mengupayakan perdamaian dunia di tengah konflik yang terus terjadi di sejumlah negara.
Secara rinci, tujuan pelaksanaan KonferensiModerasi BeragamaAsia-Afrika dan Amerika Latin, yaitu:
1. Menggelorakan kembali api dan semangat KonferensiAsia-Afrika 1955 di Bandung dan diplomasi Indonesia di Latin Amerika tentang perdamaian dan persatuan bagi masyarakat dunia;
2. Mengembangkan peran diplomasi publik internasional Republik Indonesia melalui penguatan moderasi beragama;
3. Mendorong terciptanya atmosfir perdamaian dan kerukunan umat beragama di dunia;
4. Menangkal tumbuhnya budaya kekerasan dan kelompok keagamaan ekstrem;
5. Mengajak para pemimpin, ilmuwan, dan praktisi dari beragam latar belakang budaya, politik dan agama untuk terlibat dalam dialog yang bermakna demi meningkatkan moderasi, toleransi, kesetaraan dan keselamatan;
6. Berpartisipasi dan berkontribusi bagi terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) dari perspektif agama;
7. Menampilkan praktik-praktik baik toleransi beragama dan berbagi pelajaran mengenai pembangunan kerukunan umat beragama; dan
8. Membuat rekomendasi mekanisme pembuatan kebijakan dan protokol dalam melakukan mitigasi dan penyelesaian masalah intoleransi, kekerasan dan ekstremisme keagamaan;
1. Religious Moderation, Nationalism and Multiculturalism
2. Moderation in Divine Texts and Literature
3. Moderation, Tradition and Education in Multifaith Contexts
4. Moderation among Non-Religious Groups and Movements
5. Moderation, Religious Authority, State Leadership and Identity Politics
6. Moderation, Religion and Social (In) Justice
7. Gender Equity, Women Roles and Moderation
8. Religious Tolerance and Digital Media
9. Youth, Religious Radicalism and Extremism
10. Best Practices and Experiences of Religious Moderation
Hadir pula pada kesempatan tersebut:
- H.E. Dr. Abdulghani Nassr Ali Al-Shamiri (Dubes Yaman),
- H.E. Dr. Yassir Mohamed Ali (Dubes Sudan), H.E. Mohammad Boroujerdi (Dubes Iran),
- H.E. Mr. Zakarya MM el-Moghrabi (Dubes Libya), H.E Belmiro Jose Malate (Dubes Mozambique),
- H.E. Abdulla Salem AlDhaheri (Dubes United Arab Emirates),
- Mohd Shamsuri bin Ghazali (Dubes Saudi Arabia),
- H.E. Mr. Sudqi Atallah Abd. Alkader Al Omoush (Dubes Yordania)
- Mr. Muhammad Faisal Fayyaz (Deputy Head of Mission Pakistan),
- Mr. Alonso Martin Gomez Favila (KUAI (CDA) Mexico),
- Mr. Osama Hamdy (Charge de’affaires (CDA) Mesir),
- Mr. NGORN Thol (First Secretary Cambodia),
- Dr. Ammar Hameed Saadallah AlKhalidy (Head of Mission/CDA Irak),
- Mr. Qiu Xinli (Political Counselor China),
- Mohd Shamsuri bin Ghazali (Atase Agama Kedutaan Besar Malaysia),
- Mr. Jakson Nyagaka Onkoba (Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kenya),
- Commodore Chaminda Karunasena (Defence Attache Sri Lanka),
- Ms. Avantika Singh (Second Secretary India),
- Adiyarto Sumardjono (Staf Ahli Menteri Agama RI),
- Jeane Marie Tulung (Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI),
- I Nengah Duija (Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI),
- Siti Nugraha Mauludiah (Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu),
- Fajar Hutomo dan Tatang Muttaqin (Staf Ahli Kemenparkeraf),
- Samsusin (Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM Kemenpora).