Ancang-Ancang Perluas Serangan di Gaza, Israel Usir Warga Palestina
Akhmad Baihaqi Arsyad
YERUSALEM, (ERAKINI) – Meski dihujani desakan dan kecaman, militer Israel tetap mempersiapkan serangan yang lebih luas di wilayah Gaza. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada hari Selasa (12/8/2025) mengatakan bahwa Israel akan membiarkan warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza.
Namun, bagi warga Palestina, segala upaya itu adalah untuk memaksa mereka meninggalkan tanah mereka. Hal ini akan mengingatkan pada ‘Nakba’ atau bencana penggusuran massal warga Palestina selama pembentukan Israel pada tahun 1948.
Seruan-seruan sebelumnya untuk memukimkan kembali warga Gaza di luar wilayah yang dilanda perang, termasuk dari Presiden AS Donald Trump, telah memicu kekhawatiran di kalangan warga Palestina dan kecaman dari komunitas internasional.
Dalam sebuah wawancara dengan penyiar Israel i24NEWS, sementara militer mempersiapkan serangan yang lebih luas di Gaza, Netanyahu mengatakan "kami tidak mengusir mereka, tetapi kami mengizinkan mereka pergi."
"Beri mereka kesempatan untuk meninggalkan, pertama-tama, zona pertempuran, dan secara umum untuk meninggalkan wilayah itu, jika mereka mau," katanya, merujuk pada arus keluar pengungsi selama perang di Suriah, Ukraina, dan Afghanistan.

















