Hizbullah, Hamas dan Sekutu Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Lautan Pelayat Padati Teheran
Akhmad Baihaqi Arsyad
TEHERAN, (ERAKINI) — Sejumlah perwakilan kelompok yang selama ini dikenal dekat dengan Iran menghadiri prosesi pemakaman Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa utusan dari Hezbollah dan Hamas juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Selama bertahun-tahun, Teheran diketahui memberikan dukungan kepada Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, serta kelompok Houthi di Yaman. Hubungan tersebut membuat Iran berulang kali menjadi sasaran sanksi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat yang mengategorikan kelompok-kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.
Pemerintah Iran sendiri menyebut jaringan sekutunya yang menentang Israel sebagai “poros perlawanan” atau axis of resistance. Selain Hamas, Hizbullah, dan Houthi, aliansi tersebut juga mencakup berbagai kelompok bersenjata yang beroperasi di Irak.
Menurut keterangan yang disampaikan Hizbullah kepada media Lebanon, delegasi mereka dipimpin oleh pejabat senior sekaligus mantan menteri, Mohammed Fneish. Rombongan itu turut beranggotakan sejumlah pejabat organisasi serta keluarga anggota yang gugur maupun terluka.
Di sisi lain, Hamas menyampaikan bahwa delegasinya dipimpin oleh kepala biro politik mereka, Mohammed Darwish. Beberapa anggota biro politik lainnya, termasuk Bassem Naim, juga turut hadir dalam kunjungan tersebut.
Kehadiran Hamas di Teheran kembali mengingatkan pada peristiwa Juli 2024 ketika Ismail Haniyeh tewas di tempat penginapannya di Teheran dalam operasi yang dikaitkan dengan Israel. Saat itu, ia berada di Iran untuk menghadiri pelantikan Presiden Masoud Pezeshkian.
Prosesi pemakaman juga dihadiri oleh Ziyad Al-Nakhalah, pemimpin kelompok Palestinian Islamic Jihad, serta tokoh senior Houthi, Dhaif Allah Al-Shami, sebagaimana diberitakan televisi pemerintah Iran.
Sehari sebelumnya, berbagai pejabat dan tokoh internasional telah lebih dahulu memberikan penghormatan terakhir kepada Khamenei. Pemimpin yang memegang jabatan tertinggi di Iran sejak 1989 itu dilaporkan meninggal dunia pada usia 86 tahun bersama sejumlah anggota keluarga dan pejabat senior lainnya dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari, sebuah peristiwa yang disebut memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pada Sabtu, ribuan warga memadati kompleks keagamaan Grand Mosalla di Teheran untuk mengikuti upacara perpisahan. Massa berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun menjadi pengambil keputusan utama dalam berbagai kebijakan strategis Republik Islam Iran.
















