Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara pada hari pertama perang yang dimulai pada 28 Februari. (Foto: AFP).
DUBAI, (ERAKINI) – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat menjelang rangkaian pemakaman kenegaraan Pemimpin Tertinggi , . Pemerintah melontarkan peringatan keras kepada dan agar tidak melakukan tindakan militer yang dapat memperburuk situasi keamanan selama prosesi penghormatan terakhir tersebut.
Melansir Arab News, peringatan itu disampaikan oleh Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Ali Abdollahi, pada Kamis. Ia menegaskan bahwa Iran siap merespons dengan kekuatan penuh apabila ada ancaman atau agresi yang ditujukan kepada negaranya.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis (Israel), untuk menghindari kesalahan perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi yang ditujukan kepada negara kami," tegas Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.
Pernyataan tersebut muncul ketika Iran tengah mempersiapkan upacara pemakaman nasional bagi Khamenei, yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan udara pada hari pertama pecahnya perang.
Sejumlah negara sahabat dan mitra strategis Iran dipastikan akan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi untuk menghadiri prosesi tersebut. Pemerintah Pakistan mengonfirmasi bahwa Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan hadir dalam upacara penghormatan terakhir bagi pemimpin Iran tersebut.
Dari Tiongkok, pemerintah Beijing mengumumkan bahwa He Wei, anggota senior parlemen sekaligus Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, akan mewakili negaranya dalam acara pemakaman kenegaraan itu.
Sementara itu, India juga memastikan kehadiran delegasi resmi. Pemerintah New Delhi menunjuk Wakil Menteri Luar Negeri Pabitra Margherita bersama Gubernur Bihar, Syed Ata Hasnain, untuk melakukan kunjungan ke Iran pada 3 Juli dan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman.
Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri India menekankan pentingnya hubungan historis antara kedua negara. "Representasi tingkat tinggi dalam upacara ini menegaskan pentingnya ikatan peradaban, termasuk hubungan antarwarga, antara kedua negara, yang menjadi landasan kuat bagi kerja sama politik dan ekonomi," demikian pernyataan resmi pemerintah India.
Berdasarkan agenda yang telah diumumkan, prosesi penghormatan terakhir bagi Khamenei akan dimulai di Teheran pada 4 Juli. Rangkaian acara kemudian berlanjut ke sejumlah lokasi penting sebelum ditutup dengan pemakaman di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli. Selain Teheran dan Mashhad, sejumlah kegiatan seremonial juga dijadwalkan berlangsung di Kota Qom serta beberapa wilayah di Irak.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga telah menyampaikan peringatan senada. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam apabila ada ancaman yang menyasar rakyat maupun kepemimpinan negara.
Pernyataan tersebut muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, telah menjadi sasaran yang "ditargetkan untuk mati".
Di tengah meningkatnya ketegangan, media-media Iran melaporkan adanya penguatan pengamanan di berbagai titik strategis menjelang pemakaman. Otoritas penerbangan sipil Iran juga mengumumkan penerapan pembatasan sementara wilayah udara di sejumlah kota utama, termasuk Teheran dan Mashhad, guna menjamin kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian acara kenegaraan tersebut.