Presiden AS Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan memimpin pertemuan bertajuk "KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh". (Foto: Wikimedia Commons).
KAIRO, (ERAKINI) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, dijadwalkan memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza yang akan diselenggarakan di Sharm el-Sheikh pada hari Senin (13/10/2025). Informasi ini diumumkan secara resmi oleh pihak Kepresidenan Mesir pada Sabtu.
Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pada Senin sore dan akan melibatkan kehadiran para pemimpin dari lebih dari 20 negara, menurut keterangan resmi tersebut.
KTT ini bertujuan untuk "mengakhiri konflik di Jalur Gaza, memperkuat upaya dalam mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, serta membuka babak baru bagi keamanan regional," demikian bunyi pernyataan dari pemerintah Mesir.
Beberapa pemimpin dunia telah mengonfirmasi kehadiran mereka, termasuk Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi mengenai partisipasi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pertemuan tersebut. Di sisi lain, kelompok Hamas menegaskan tidak akan hadir.
Dalam wawancara dengan AFP, Hossam Badran, anggota biro politik Hamas, menyampaikan bahwa kelompoknya memilih tidak terlibat langsung dalam forum tersebut. Ia menambahkan bahwa selama proses negosiasi terkait Gaza, Hamas telah lebih banyak berkomunikasi melalui jalur mediasi yang difasilitasi oleh Qatar dan Mesir.
Fase awal dari rencana perdamaian ini dijadwalkan dimulai pada hari Senin, dengan pembebasan sandera oleh Hamas serta pembebasan tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan. Pemerintah Inggris menyambut langkah ini sebagai "momen penting yang bisa menjadi titik balik bersejarah" setelah dua tahun konflik bersenjata.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, dijadwalkan akan menyampaikan penghargaan terhadap peran penting Presiden Trump serta kontribusi diplomatik dari Mesir, Qatar, dan Turki dalam memediasi kesepakatan tersebut. Kantornya menyebut bahwa Starmer juga akan mendorong perlunya koordinasi internasional yang berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan fase-fase berikutnya.
Fase lanjutan tersebut mencakup pengiriman misi internasional guna memantau keberlangsungan gencatan senjata serta pembentukan pemerintahan transisi di Gaza.
Starmer juga akan menegaskan komitmen kuat pemerintah Inggris dalam mendukung implementasi gencatan senjata serta memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan kepada warga sipil yang terdampak.