Gambar yang dirilis Angkatan Darat AS ini menunjukkan tangkapan layar data dari Automatic Dependent Surveillance – Broadcast (ADS-B) yang merekam jalur penerbangan helikopter Black Hawk dengan kode "PAT23" pada 1 Mei 2025. Penerbangan ini menyebabkan pengendali lalu lintas udara membatalkan pendaratan dua pesawat komersial. Foto: Angkatan Darat AS via AP
WASHINGTON (ERAKINI) - Otoritas militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pengendali lalu lintas udara sempat hilang kontak dengan sebuah helikopter milik Angkatan Darat () selama sekitar 20 detik dalam penerbangan menuju pada 1 Mei lalu.
Dilansir AP, Sabtu (24/5/2025), insiden ini menyebabkan dua pesawat komersial yang hendak mendarat di Bandara Nasional Ronald Reagan Washington harus membatalkan pendaratan demi alasan keselamatan.
Kejadian ini menambah kekhawatiran publik terkait sejumlah insiden nyaris tabrakan antara helikopter pemerintah dan pesawat sipil di wilayah udara Washington.
Situasi ini semakin sensitif setelah kecelakaan fatal pada Januari lalu yang melibatkan jet penumpang dan helikopter militer, yang menewaskan 67 orang.
Kepala Aviasi Angkatan Darat AS, Brigadir Jenderal Matthew Braman, menjelaskan bahwa kehilangan kontak terjadi karena antena sementara menara kontrol tidak berada di lokasi ideal untuk menjaga komunikasi saat helikopterBlack Hawk terbang rendah dan mengitari Pentagon.
"Antena itu sekarang telah dipindahkan ke atap Pentagon untuk meningkatkan cakupan sinyal," ujarnya dalam wawancara dengan AP.
Selain itu, pengendali lalu lintas udara di bandara juga mengalami kesulitan menentukan posisi helikopter secara akurat. Meskipun helikopter telah memancarkan data lokasi melalui sistem ADS-B, informasi yang diterima justru tidak konsisten dan menyimpang hingga hampir 1,2 kilometer.
Akibat gangguan ini, menara kontrol tidak dapat memberikan izin mendarat, sehingga helikopter harus berputar sekali lagi di sekitar Pentagon. Saat itu, dua pesawat komersial yang sedang dalam pendekatan akhir, yakni Delta Air Lines Airbus A319 dan Republic Airways Embraer E170, diminta untuk membatalkan pendaratan sebagai langkah pengamanan.
Jeff Guzzetti, mantan penyelidik FAA dan NTSB, menyebut keputusan pengendali lalu lintas untuk membatalkan pendaratan sebagai tindakan yang tepat. Namun ia juga mengkritik Angkatan Darat karena terkesan ingin lepas tangan.
“Mengatakan bahwa sinyal ADS-B seharusnya cukup untuk menunjukkan posisi mereka terdengar terlalu menyederhanakan masalah,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, seluruh penerbangan militer dari dan ke Pentagon dihentikan sementara. FAA juga tengah melakukan penyelidikan bersama Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) terkait insiden ini.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mendorong percepatan modernisasi sistem pengendali lalu lintas udara nasional setelah serangkaian insiden yang menunjukkan lemahnya infrastruktur saat ini.
Sementara itu, data penerbangan yang dirilis Angkatan Darat menunjukkan bahwa helikopterBlack Hawk telah mengikuti jalur penerbangan yang disetujui secara ketat, yakni sepanjang koridor Jalan Tol I-395 sebelum mengitari Pentagon. Namun, gangguan teknis menyebabkan ketidakpastian posisi yang nyaris berujung insiden serius.