6 Fakta Abdul El-Sayed, Muslim Pertama yang Jadi Senator AS dari Michigan
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Abdulrahman Mohamed El-Sayed atau Abdul El-Sayed mencetak sejarah dalam politik Amerika Serikat (AS). Politikus Partai Demokrat itu terpilih sebagai senator AS dari negara bagian Michigan sekaligus menjadi Muslim pertama yang menduduki kursi tersebut.
Kemenangan El-Sayed menjadi sorotan karena tidak hanya menandai keberhasilan seorang politikus Muslim keturunan Arab, tetapi juga memperkuat posisi kelompok progresif di Partai Demokrat.
Dilansir dari Aljazeer pada Jumat (6/11/2026), berikut 6 fakta tentang Abdul El-Sayed:
1. Raih 52 Persen Suara
Abdul El-Sayed berhasil mengungguli kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan senator AS yang digelar pada Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan hasil penghitungan sementara, El-Sayed diproyeksikan memperoleh lebih dari 52 persen suara dengan lebih dari 95 persen suara telah dihitung.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi sinyal menguatnya dukungan terhadap kelompok progresif di Partai Demokrat.
2. Jadi Sorotan Usai Sindir Trump dan JD Vance
Dalam pidato kemenangannya pada Rabu (4/11/2026) waktu setempat, El-Sayed menyindir Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance.
Sebelumnya, keduanya kerap melontarkan pernyataan yang menyerang nama, identitas, hingga latar belakang agama El-Sayed. Trump bahkan pernah menyebutnya sebagai "jihadis", sedangkan Vance melabelinya sebagai "psikopat".
El-Sayed kemudian mengingatkan bahwa Vance memiliki kewajiban konstitusional untuk melantiknya sebagai senator pada Januari 2027.
"JD, habibi (istilah bahasa Arab untuk ungkapan kasih sayang), ini sebuah ironi. Secara konstitusional, Anda berkewajiban melantik saya pada Januari," kata El-Sayed.
Dia juga menyindir Trump yang sebelumnya kerap mengejek namanya. El-Sayed mengatakan, setelah resmi dilantik, Trump cukup memanggilnya dengan sebutan "Senator".
Dalam kesempatan itu, El-Sayed turut berpesan kepada para orangtua agar menjelaskan kepada anak-anak mereka bahwa orang-orang yang gemar mengejek nama dan cara beribadah orang lain telah kalah.
3. Lahir dari Keluarga Keturunan Mesir
Abdul El-Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan, pada 31 Oktober 1984. Ayahnya, Mohamed, merupakan keturunan Mesir yang dibesarkan di Alexandria sebelum berimigrasi ke AS untuk melanjutkan pendidikan doktoral di Wayne State University.
El-Sayed menempuh pendidikan di Universitas Michigan, Oriel College di Universitas Oxford, dan Universitas Columbia. Dia juga merupakan penerima Beasiswa Rhodes. Selain itu, El-Sayed meraih gelar doktor kesehatan masyarakat dengan spesialisasi epidemiologi.
4. Akademisi yang Terjun ke Politik
Sebelum dikenal sebagai politikus, El-Sayed memiliki rekam jejak panjang di bidang akademik dan kesehatan masyarakat.
Dia pernah menjadi asisten profesor epidemiologi di Universitas Columbia pada 2014-2015. Setelah itu, dia menjabat Direktur Eksekutif Departemen Kesehatan Detroit sekaligus Pejabat Kesehatan Kota Detroit pada 2015-2017.
Kariernya berlanjut di Wayne County. Pada 2023-2025, El-Sayed dipercaya menjadi Direktur Departemen Layanan Kesehatan, Kemanusiaan, dan Veteran. Selain berkiprah di pemerintahan dan dunia akademik, dia juga telah menulis tiga buku serta sejumlah artikel ilmiah di bidang kesehatan masyarakat.
5. Sempat Maju sebagai Calon Gubernur Michigan
Perjalanan politik El-Sayed dimulai ketika mencalonkan diri sebagai gubernur Michigan pada 2018. Namun, dia harus mengakui keunggulan Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.
Pada 17 April 2025, El-Sayed kembali mencoba peruntungan politik dengan mengumumkan pencalonannya sebagai senator AS dari Michigan. Keputusan itu diambil setelah Gary Peters menyatakan tidak akan kembali maju dalam pemilihan.
Dalam kampanyenya, El-Sayed membawa sejumlah agenda progresif. Di antaranya, program Medicare for All, pengaturan kapitalisme melalui kebijakan pemerintah, embargo senjata terhadap Israel, serta pembubaran lembaga penegakan hukum imigrasi atau Immigration and Customs Enforcement (ICE).
6. Disebut Perkuat Posisi Muslim di Amerika
Kemenangan El-Sayed dinilai berpotensi membawa pengaruh terhadap cara pandang masyarakat AS terhadap komunitas Muslim dan Arab-Amerika.
Analis politik Rami Khouri dari Arab Center Washington DC menilai keberhasilan El-Sayed dapat membantu mengurangi sentimen anti-Arab dan anti-Islam di AS.
Selain mengangkat isu identitas dan representasi kelompok minoritas, El-Sayed juga menjadikan persoalan ekonomi sebagai salah satu fokus kampanyenya. Dia menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi warga Michigan, mulai dari mahalnya kebutuhan pokok hingga beban pajak.
Kemenangan di Michigan, yang dikenal sebagai salah satu negara bagian swing state itu juga menjadi momentum bagi kelompok progresif untuk memperluas pengaruh di internal Partai Demokrat.

















