Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva saat mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat (24/10/2025). Foto: Antara
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan keinginan agar negaranya dapat bergabung sebagai anggota penuh Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Hal itu menjadi bentuk penegasan komitmen Brasil untuk memperkuat hubungan dan kerja sama dengan negara-negara di kawasan tersebut.
“Brasil bekerja untuk menjadi anggota penuh ASEAN. Kami memiliki wajah (identitas) yang mirip dengan negara-negara ASEAN, dan kami ingin menjadi bagian dari mereka,” kata Presiden Lula dalam konferensi pers saat mengunjungi Sekretariat ASEAN di Jakarta, Jumat (24/10/2025) dikutip dari Antara.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang partisipasi Lula dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 yang akan berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26–28 Oktober mendatang. Ini menjadi kali pertama seorang presiden Brasil hadir dalam forum tingkat tinggi ASEAN, atas undangan langsung Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.
Menjelang partisipasinya di forum tersebut, Lula menyebut bahwa dirinya ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk mempelajari lebih dalam tentang ASEAN, terutama terkait kerja sama ekonomi.
Lula menjelaskan bahwa Brasil tengah berada dalam kondisi ekonomi yang positif, dengan pertumbuhan di atas 3 persen selama dua tahun berturut-turut, capaian yang terakhir kali dirasakan pada 2010.
“Oleh karena itu, saya ingin menjadikan momentum ini untuk menarik lebih banyak investor serta meningkatkan investasi di luar negeri, termasuk di negara-negara ASEAN,” ucapnya.
“Saya berniat terus membawa keberuntungan bagi Brasil. Karena itu, saya melakukan berbagai perjalanan untuk melihat bagaimana kita dapat meningkatkan neraca perdagangan, menambah pendapatan dalam dolar, memperluas investasi luar negeri, dan menarik investasi baru ke Brasil,” tambahnya.
Saat ini, keanggotaan penuh ASEAN hanya terbuka bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ASEAN memiliki 10 anggota, yakni Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Papua Nugini saat ini berstatus sebagai observer (pengamat) dan telah menyatakan keinginan untuk menjadi anggota penuh ASEAN, yang keanggotaannya akan dibahas dalam KTT ASEAN di Malaysia.
Brasil sendiri telah menandatangani Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) pada 2011, menjadi negara Amerika Latin pertama yang melakukannya. Pada Agustus 2022, Brasil secara resmi dianugerahi status Mitra Dialog Sektoral oleh ASEAN — juga yang pertama dari kawasan Amerika Latin.
Kemudian, pada 2023, Brasil mendirikan Misi Brasil untuk ASEAN, menjadikannya satu-satunya Mitra Dialog Sektoral yang memiliki misi diplomatik khusus untuk ASEAN hingga saat ini.