Sepakat Berdamai, Iran-AS Masuk Fase Krusial Negosiasi Nuklir
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araqchi mengatakan, putaran baru perundingan dengan Amerika Serikat (AS) akan dimulai bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan target mencapai kesepakatan final dalam waktu 60 hari.
Dalam pertemuan dengan para duta besar, kuasa usaha, serta kepala misi asing dan internasional di Teheran pada Selasa (16/6/2026), Araqchi menjelaskan bahwa proses negosiasi dibagi menjadi dua tahap setelah pecahnya perang agresi AS-Israel terhadap Iran.
Menurut dia, tahap pertama difokuskan pada upaya menghentikan perang serta membahas isu-isu terkait Selat Hormuz, kekhawatiran blokade maritim, rekonstruksi, dan persoalan lain yang kemudian dituangkan dalam nota kesepahaman.
Araqchi menjelaskan, tahap kedua akan dimulai segera setelah MoU ditandatangani dan berlangsung selama 60 hari. Pada fase tersebut, kedua pihak akan berupaya mencapai kesepakatan menyeluruh terkait isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Ia menyebut tahap pertama rampung setelah tiga bulan perundingan yang berlangsung sejak konflik pecah hingga 15 Juni. Meski implementasi resmi MoU baru dimulai pada Jumat, 19 Juni, pengumuman berakhirnya perang telah disampaikan pada Senin pagi.

















