Puncak Haji 2026, Sebanyak 267 Jemaah Ikuti Program Safari Wukuf
Abdul Rahman Ahdori







Program safari wukuf memungkinkan jemaah yang sedang dirawat di rumah sakit tetap dapat menjalani wukuf di Padang Arafah menggunakan ambulans selama waktu wukuf berlangsung.
Safari wukuf menjadi salah satu bentuk keringanan bagi jemaah yang memiliki udzur sehingga tetap dapat menunaikan ibadah haji meski dalam kondisi terbatas.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengatakan layanan safari wukuf tahun ini diikuti oleh 267 jemaah dan didukung 150 petugas.
"Jemaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju ke Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 waktu Arab Saudi," kata Maria dalam konferensi pers Assegaf di Jakarta, Senin, (25/5/2026).
Setelah menjalani wukuf, para jemaah akan dibawa kembali ke hotel transit di Makkah sebelum bergabung kembali dengan kloter masing-masing pada 13 Zulhijjah 1447 H atau Sabtu (30/5/2026).
Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, menjelaskan bahwa proses penjemputan jemaah peserta safari wukuf telah dilakukan sejak Sabtu (23/5/2026) dari hotel tempat mereka menginap.
Para jemaah kemudian dikumpulkan di hotel transit, yakni Hotel Durat Al Mashaeir 2.
"Di hotel transit, para jemaah beristirahat selama dua malam sebelum akhirnya diberangkatkan ke Arafah," kata Suviyanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).
Selama berada di hotel transit, jemaah mendapatkan layanan biologis, psikologis, sosial, kesehatan, hingga bimbingan ibadah.
"Jemaah diberikan kesempatan untuk beribadah, berdoa, shalat, dan segala macam. Setelah beberapa saat, jemaah haji dan petugas yang mendampingi akan kembali ke hotel transit," ujarnya.
Setelah proses safari wukuf selesai, para petugas haji juga akan menjalankan badal lontar jumrah bagi jemaah yang membutuhkan.
Suviyanto mengatakan, program safari wukuf diperuntukkan bagi jemaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta lansia yang membutuhkan layanan tambahan.
"Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf," ujarnya.
