Search

Lagi! 59 Warga Palestina di Gaza Tewas Ditembak Mati Israel saat Mencari Bantuan

GAZA, (ERAKINI) - Setidaknya 31 warga Palestina tewas tertembak dalam perjalanan menuju lokasi distribusi bantuan di Jalur Gaza pada hari Sabtu (12/7/2025), sementara serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 28 warga Palestina, termasuk empat anak-anak, kata pejabat rumah sakit Palestina dan saksi mata.

Ke-31 warga Palestina yang ditembak mati sedang dalam perjalanan menuju lokasi distribusi yang dikelola oleh organisasi Amerika yang didukung Israel, Yayasan Kemanusiaan Gaza, di dekat Rafah di Gaza selatan, kata pejabat rumah sakit dan saksi mata.

Palang Merah mengatakan rumah sakit lapangannya menyaksikan gelombang kematian terbesar dalam lebih dari setahun beroperasi setelah penembakan, dan sebagian besar dari lebih dari 100 orang yang terluka mengalami luka tembak.

Serangan udara di Deir Al-Balah, Gaza tengah, menewaskan 13 orang, termasuk empat anak-anak, kata pejabat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Lima belas lainnya tewas di Khan Younis di selatan, menurut Rumah Sakit Nasser. Militer Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Serangan udara intensif berlanjut Sabtu malam di wilayah Beit Hanoun di Gaza utara. Warga Israel kembali bersatu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. "Arogansilah yang mendatangkan bencana bagi kami," kata mantan sandera Eli Sharabi tentang para pemimpin Israel.

Sementara itu, tidak ada tanda-tanda terobosan dalam perundingan gencatan senjata setelah 2 hari pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump mengatakan ia hampir mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas yang berpotensi mengakhiri perang.

Utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan pada hari Minggu (14/7/2025) bahwa ia berharap pada negosiasi gencatan senjata Gaza. Witkoff mengatakan kepada wartawan di Teterboro, New Jersey, bahwa ia berencana bertemu dengan pejabat senior Qatar di sela-sela final Piala Dunia Antarklub FIFA.