Israel Bombardir Markas UNRWA di Gaza, Mayat-mayat Bergelimpangan
Thomas Pulungan
GAZA, (ERAKINI) - Serangan Israel terhadap distribusi bantuan kemanusiaan dan fasilitas PBB terus berlanjut meskipun ada kecaman internasional. Setidaknya empat orang tewas dalam serangan udara Israel di dekat pusat bantuan yang merupakan markas utama badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) di Jalur Gaza.
Serangan udara pada hari Minggu menghantam gerbang utama kompleks organisasi tersebut di Kota Gaza utara daerah kantong tersebut. Serangan itu juga melukai banyak warga Palestina, karena fasilitas ini digunakan untuk mendistribusikan sedikit bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza.
Ratusan orang yang mengungsi akibat invasi darat militer Israel ke Gaza sedang berlindung di dalam fasilitas tersebut pada saat serangan udara datang.
Seorang wanita Palestina di lokasi kejadian mengatakan kepada Al Jazeera bahwa dia melihat banyak mayat bergelimpangan dan dua anaknya terluka dalam serangan itu.
“Apa kesalahan yang dilakukan anak-anak tak berdosa ini? Mereka lari dari kematian menuju kematian. Pria dan wanita muda dibantai oleh Israel,” katanya dilansir Al Jazeera, Minggu (23/6/2024).
Serangan itu terjadi setelah serangkaian serangan di seluruh kota sehari sebelumnya, termasuk di kamp Shati dan Tufah, tempat para pengungsi Palestina di utara diminta mencari perlindungan oleh militer Israel. Setidaknya 42 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut.
Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 101 warga Palestina tewas dalam 24 jam sebelumnya, dan 169 orang terluka.

















