AS Hantam Iran dengan Serangan Baru di Tengah Perundingan untuk Akhiri Perang
Akhmad Baihaqi Arsyad
DUBAI, (ERAKINI) - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran di tengah berlangsungnya negosiasi intens untuk menghentikan perang yang telah berkecamuk selama tiga bulan terakhir. Serangan terbaru tersebut menargetkan wilayah selatan Iran, termasuk kapal-kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut serta lokasi peluncuran rudal yang disebut Washington sebagai ancaman langsung terhadap pasukannya.
Melansir Arab News, aksi militer itu terjadi bersamaan dengan kunjungan pejabat tinggi Iran ke Doha, Qatar. Delegasi Teheran yang dipimpin menteri luar negeri Iran dilaporkan melakukan pembicaraan penting dengan pemerintah Qatar guna membahas peluang tercapainya kesepakatan besar bersama Amerika Serikat demi mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan.
Meski peluang diplomasi masih terbuka, Washington dan Teheran sama-sama memberi sinyal bahwa jalan menuju kesepakatan tidak akan mudah. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa pihaknya tetap memberikan ruang bagi jalur diplomatik sebelum mempertimbangkan langkah lain terhadap Iran.
Rubio menyebut telah tersedia rancangan kesepakatan yang dinilai cukup kuat, terutama terkait pembukaan kembali Selat Hormuz serta dimulainya negosiasi serius mengenai program nuklir Iran dalam tenggat waktu tertentu. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat segera diwujudkan demi meredakan ketegangan global.
Presiden AS Donald Trump juga ikut memberikan pernyataan keras melalui akun Truth Social miliknya. Trump menyatakan proses negosiasi berjalan cukup baik, tetapi memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan berujung pada lanjutan yang lebih besar. “Hanya ada dua pilihan: kesepakatan besar untuk semua pihak atau tidak ada kesepakatan sama sekali,” tulis Trump dalam unggahannya.


















