Penampakan jenis kapal tanker Marinera, yang sebelumnya dikenal sebagai Bella-1. Foto: Dok Reuters
JAKARTA, (ERAKINI) – Pasukan khusus Amerika Serikat (AS) menyita kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, di Atlantik Utara setelah pengejaran selama berminggu-minggu, Rabu (7/1/2026). Kapal ini dituding AS bagian dari armada bayangan yang mengangkut minyak , , dan Iran.
Komando Eropa militer AS menyatakan, kapal yang awalnya bernama Bella-1 itu disita karena pelanggaran sanksi AS. “Blokade terhadap minyak Venezuela yang disanksi dan ilegal tetap BERLAKU PENUH – di mana pun di dunia,” ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di media sosial, dikutip Al Jazeera:
Operasi ini dilakukan setelah Marinera lolos dari blokade maritim AS terhadap kapal tanker yang disanksi, dan menolak upaya Penjaga Pantai AS untuk naik ke kapal. Pejabat AS menyebut kapal ini bagian dari armada bayangan untuk mengangkut minyak dari Venezuela, Rusia, dan Iran, yang melanggar sanksi AS.
Stasiun penyiaran Rusia RT melaporkan pasukan AS naik ke kapal menggunakan helikopter, sementara kapal Penjaga Pantai AS sebelumnya sudah mengikuti Marinera dan mencoba menyita kapal saat badai.
Pasukan AS telah mengejar kapal ini sejak bulan lalu, menjelang operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu lalu.
Rusia Tuding Pelanggaran Hukum Maritim
Kementerian Transportasi Rusia menilai penyitaan itu melanggar hukum maritim internasional. “Kebebasan navigasi berlaku di laut lepas, dan tidak ada negara yang berhak menggunakan kekuatan terhadap kapal yang terdaftar sah di yurisdiksi negara lain,” sebut Menurut pernyataan resmi Kementerian Transportasi Rusia.
Kapal Marinera dilaporkan menerima izin sementara berlayar dengan bendera Rusia pada 24 Desember, namun kontak hilang setelah pasukan AS naik ke kapal di laut lepas, di luar perairan teritorial negara manapun. Data pelacakan menunjukkan kapal ini mendekati zona ekonomi eksklusif Islandia sebelum disita.
Moskow menyebut perhatian AS dan NATO terhadap kapal ini tidak proporsional dengan status damainya. Kapal Marinera disanksi AS sejak 2024 karena diduga menyelundupkan muatan untuk perusahaan terkait kelompok Lebanon Hezbollah.
AS Sita Kapal Kedua
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menyatakan kapal kedua, supertanker M Sophia, juga disita di perairan internasional dekat Karibia. Kapal berbendera Panama ini sempat membawa minyak Venezuela ke Tiongkok dalam “mode gelap” atau transponder dimatikan.
Menurut Noem, baik M Sophia maupun Marinera terakhir berlabuh di Venezuela atau sedang menuju ke sana. Pengamat menilai penyitaan ini merupakan operasi signifikan dalam menindak kapal-kapal minyak yang disanksi.