Search

Kilang Terbesar di Timur Tengah Saudi Aramco Ditutup usai Serangan Drone Iran, Siap-siap Harga Minyak Bergejolak

JAKARTA, (ERAKINI) — Raksasa minyak milik Arab Saudi, Aramco, dilaporkan menutup kilang Ras Tanura menyusul serangan drone yang dikaitkan dengan Teheran. Penutupan dilakukan setelah Iran melancarkan serangan balasan di sejumlah titik kawasan sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dilansir The Jerussalem Post, Senin (2/3/2026), seorang sumber industri menyebutkan, penutupan kilang dilakukan sebagai langkah pencegahan. Situasi di lokasi disebut telah terkendali. Hingga saat ini Aramco belum memberikan pernyataan terkait kabar penutupan ini.

Kompleks Ras Tanura yang berada di pesisir Teluk merupakan salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi 550.000 barel per hari (bpd). Fasilitas ini juga berfungsi sebagai terminal ekspor strategis bagi minyak mentah Arab Saudi.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengatakan, dua drone berhasil dicegat di area fasilitas tersebut. Namun, puing-puing yang jatuh sempat memicu kebakaran terbatas. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

Penutupan kilang ini berpotensi memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global. Apalagi, aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia, dilaporkan nyaris terhenti setelah sejumlah kapal diserang di kawasan itu pada Minggu. Dampaknya, harga minyak mentah Brent melonjak sekitar 10 persen pada perdagangan Senin.

Analis Utama Timur Tengah di firma intelijen risiko Verisk Maplecroft, Torbjorn Soltvedt, menilai serangan terhadap Ras Tanura menandai eskalasi signifikan dengan infrastruktur energi kawasan Teluk kini menjadi sasaran langsung Iran.

Ia juga menyebut situasi ini berpotensi mendorong Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya untuk semakin dekat bergabung dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Gelombang Serangan di Kawasan Teluk
Serangan drone tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang meluas di kawasan Teluk, termasuk ke Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, serta kawasan komersial Duqm di Oman. Serangan-serangan ini dilaporkan melumpuhkan sejumlah pusat pelayaran utama di Uni Emirat Arab dan Oman.

Fasilitas energi Arab Saudi sebelumnya juga pernah menjadi target. Pada September 2019, serangan drone dan rudal terhadap fasilitas Abqaiq dan Khurais sempat melumpuhkan lebih dari separuh produksi minyak mentah kerajaan dan mengguncang pasar energi global.