LONDON, (ERAKINI) - Badan risetInggris, UK Research and Innovation (UKRI), akan mewajibkan para peneliti yang mengajukan pendanaan ke dua dewan riset besar yakni Biotechnology and Biological Sciences Research Council (BBSRC) dan Medical Research Council (MRC) untuk memberikan informasi tambahan terkait pengelolaan risiko penyalahgunaan penelitian mulai awal 2026.
Kebijakan baru ini menjadi bagian dari langkah UKRI memperketat keamanan riset, di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi penyalahgunaan hasil penelitian, terutama dalam konteks kolaborasi internasional dan percepatan kemajuan teknologi berisiko tinggi.
“Mulai tahun depan, formulir pengajuan hibah akan mencantumkan pertanyaan baru tentang bagaimana pemohon mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko penyalahgunaan penelitian mereka,” kata UKRI seperti dilansir pada Sabtu (18/10/2025).
UKRI menjelaskan, jawaban dari para peneliti akan membantu lembaga itu menerapkan pendekatan yang “proporsional terhadap potensi risiko”. Bagi mereka yang lolos pendanaan, kemungkinan juga akan diminta memberikan jaminan tambahan sebelum menerima dana riset.
Lanskap Riset yang Berubah
Kebijakan ini diumumkan bersamaan dengan pembaruan pernyataan kebijakan bersama antara BBSRC dan MRC mengenai riset yang berpotensi disalahgunakan. UKRI menyebut pembaruan tersebut “menegaskan kembali harapan terhadap riset dan inovasi yang bertanggung jawab”.
Dalam kebijakan terbaru itu, pemohon dana riset diminta memastikan bahwa mereka telah mempertimbangkan dan mengidentifikasi setiap potensi risiko penyalahgunaan, maupun dampak negatif yang mungkin timbul secara tidak sengaja dari riset yang diajukan.
Kebijakan serupa pertama kali diterbitkan pada 2015. Namun, menurut UKRI, bidang-bidang seperti biologi rekayasa, kecerdasan buatan (AI), dan pembelajaran mesin (machine learning) telah berkembang pesat selama satu dekade terakhir. “Lanskap ancaman dan kekhawatiran publik terhadap risiko dari hasil riset juga telah berubah,” tulis UKRI.
Fokus pada Area Berisiko
Selain riset berpotensi ganda yakni penelitian yang hasilnya bisa disalahgunakan untuk tujuan berbahaya dengan kebijakan ini juga mencakup penelitian yang berisiko menimbulkan dampak berbahaya akibat kelalaian atau kebocoran tidak disengaja.
Beberapa contoh area berisiko meliputi riset gain of function (pengubahan patogen agar menjadi lebih berbahaya), isolasi patogen tak dikenal dari hewan liar, penggunaan AI untuk merancang eksperimen biologi, pengembangan organisme sintetis yang dapat bereproduksi, hingga penelitian tentang organisme “mirror life”.
Selain tahap penelitian, UKRI juga menekankan pentingnya publikasi hasil riset secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan keamanan nasional dan keamanan biologis, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Patrick Chinnery, Ketua Eksekutif MRC, menegaskan bahwa pendekatan baru ini mencerminkan perubahan lanskap riset global serta mengikuti praktik terbaik internasional. “Langkah ini bertujuan memastikan Inggris tetap menjadi pemimpin dalam riset dan inovasi yang bertanggung jawab,” ujarnya.