Menjelang akhir perjalanan badah Haji 2025, banyak jemaah yang sudah bersiap untuk kembali ke Tanah Air masing-masing, dengan hati penuh syukur dan ketenangan. Foto: Arab News
MINA, (ERAKINI) - Sebagian besar dari sekitar 1,6 juta jemaah yang mengikuti ibadahHaji 2025, telah menyelesaikan hari kedua Tasyriq, sebuah tahap spiritual penting yang ditandai dengan prosesi lempar jumrah di kompleks Jamarat, Mina, pada Minggu (8/6).
Menjelang akhir perjalanan suci ini, banyak jemaah yang sudah bersiap untuk kembali ke Tanah Air masing-masing, dengan hati penuh syukur dan ketenangan setelah menunaikan ibadah haji. Tanggal 8 Juni, yang bertepatan dengan 12 Zulhijjah dalam kalender Islam dan merupakan hari kedua dari tiga hari Tasyriq.
Dikutip dari Arab News, di bawah koordinasi otoritas Saudi Saudi, pergerakan jemaah haji berlangsung lancar, didukung oleh layanan keamanan, kesehatan, dan logistik yang menyeluruh.
Setelah melaksanakan lempar jumrah, banyak jemaah yang melanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram di Makkah untuk menunaikan Tawaf Wada, atau tawaf perpisahan, sebuah rangkaian terakhir dalam ibadah haji. Kegiatan ini menandai berakhirnya ibadah haji. Setelah itu para jemaah mulai kembali ke negara masing-masing.
Dalam fiqih Islam, jemaah yang menyelesaikan rangkaian ibadah haji pada hari kedua Tasyriq disebut telah melakukan 'Ta’ajul', atau haji yang disegerakan. Pilihan ini diperbolehkan dalam syariat Islam, dan memungkinkan jemaah meninggalkan Mina setelah menyelesaikan lempar jumrah pada 12 Zulhijjah.
Sedangkan jemaah yang tetap tinggal di Mina hingga matahari terbenam diwajibkan untuk melanjutkan ibadah hingga hari ketiga dan kembali melempar jumrah pada 13 Zulhijjah, sebagai penyempurna seluruh rangkaian ibadah haji.
Menurut Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, suhu udara di Mina pada pukul 11 siang waktu setempat tercatat mencapai 41 derajat Celsius, dan diperkirakan naik hingga 45 derajat sebelum menurun menjadi 31 derajat Celsius.
Jemaah dari sejumlah negara menilai pelaksanaan haji 2025 sangat baik dari Pemerintah Arab Saudi. Sayed Taqi, jemaah asal Afghanistan yang baru pertama kali berhaji, mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman yang “sangat baik” selama menunaikan ibadah haji.
“Petugas keamanan sangat membantu, dan jujur saja, saya sangat senang. Saya akan menyelesaikan seluruh ritual saya hari ini sebelum tengah hari karena besok saya harus terbang pulang,” ujar Taqi kepada Arab News.
Mohsin Rasul, jemaah dari Bangalore, India, yang juga sedang menyelesaikan ritual hajinya, mengatakan, secara keseluruhan, pengalamannya sangat menyenangkan dan cukup tenang. "Tidak ada desak-desakan, semua pengaturan dari pihak berwenang tertata dengan baik, dan tidak ada masalah baik di Masjidil Haram, Madinah, Mina, maupun Arafah,” ucapnya
Maqsari Hasni dari Sidi Bel Abbes, Aljazair, mengungkapkan bahwa tidak dapat menggambarkan perasaannya saat berada di Tanah Suci untuk menunaikan haji.
“Saya sanga, sangat berterima kasih kepada pemerintah Saudi. Mereka telah menjalankan tugasnya dengan sempurna, dan kami benar-benar bangga kepada kalian. Semoga Allah memberkahi dan melindungi kalian,” katanya dengan suara penuh rasa syukur dan penghargaan.
Azhar Al-Wishah, jemaah asal Irak yang tinggal di Kanada, juga mengaku ia dan rombongannya menjalani ibadah haji dengan lancar dan nyaman.
“Kami benar-benar mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari petugas keamanan dan semua orang yang bertugas di sini. Mereka menyediakan segala kebutuhan. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat atas sambutan hangat dan keramahan mereka,” ucapnya.
Hal senada dirasakan Fatima, jemaah asal Iran yang masih berusia 28 tahun. Ia bersyukur dapat merasakan pengalaman unik, menyaksikan orang-orang dari seluruh dunia berkumpul untuk melakukan ritual yang sama, sebagaimana yang dilakukan Nabi Ibrahim ribuan tahun lalu. Ia menyebutsangat mengesankan melihat individu dari berbagai usia, warna kulit, dan kebangsaan bersatu di satu tempat.
Mengenai pengelolaan kerumunan selama haji, ia mengakui masih saja terjadi. “Menurut saya, itu sangat sulit dikelola, tetapi secara keseluruhan sangat terorganisir dengan baik,” ucapnya.