Setidaknya 23 warga Palestina tewas dan 73 lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap sekolah PBB Al-Razi di kamp Nuseirat, Gaza tengah, Selasa (18/7/2024). Foto: Al Jazeera
JAKARTA, (ERAKINI) - Serangan Israel semakin brutal beberapa hari terakhir. Terbaru, puluhan warga Palestina tewas dalam serangan udaraIsrael di Gaza tengah.
Pejabat kesehatan Palestina melaporkan, setidaknya 23 warga tewas dan 73 lainnya terluka dalam serangan terhadap sekolah PBB Al-Razi di kamp Nuseirat, tengah.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebutkan serangan udara pada hari Selasa itu menghantam jalan utama yang dipenuhi kios-kios pasar di luar kota selatan Khan Younis di Al-Mawasi, yang dipenuhi tempat penampungan bagi para pengungsi.
Rekaman video yang diverifikasi oleh lembaga pengecekan fakta Al Jazeera, Sanad, menunjukkan seorang pemuda membawa sisa-sisa roket yang menargetkan sekolah tersebut.
“Saya tidak bisa menggambarkan pemandangan yang mengerikan dari pemboman tersebut,” katanya dilansir Al Jazeera, Rabu (17/7/2024).
Kantor Media Pemerintah Gaza yang dikelola Hamas menyebutkan, d antara mereka yang tewas adalah jurnalis lokal Mohammad Meshmesh, sehingga jumlah jurnalis yang tewas dalam konflik tersebut menjadi 160 orangs.
Hani Mahmoud dari Al Jazeera melaporkan dari Deir el-Balah di Gaza tengah, terdapat kekacauan di dalam Rumah Sakit Martir Al-Aqsa pada hari Selasa setelah kedatangan orang-orang yang terluka dalam serangan Nuseirat.
“Serangan Israel terhadap sekolah Al-Razi di jantung kamp terjadi pada jam sibuk ketika jalan-jalan di sekitar sekolah yang penuh sesak itu padat dengan orang,” kata Mahmoud.
Dia mencatat bahwa enam sekolah UNRWA di Gaza telah hancur dalam serangan udaraIsrael beberapa hari terakhir.
Menurut badan PBB untuk pengungsi Palestina, hampir tujuh dari 10 sekolah yang dikelola UNRWA telah dibom di Gaza sejak awal perang.
“Lebih dari 95% sekolah-sekolah ini digunakan sebagai tempat berlindung ketika terjadi bencana. 539 orang yang berlindung di fasilitas UNRWA telah terbunuh,” kata UNRWA di X. “Tidak ada tempat yang aman. Pengabaian terang-terangan terhadap premis-premis PBB dan hukum kemanusiaan harus dihentikan,” sambungnya.
Hamas juga mengecam pemboman yang dilakukan Israel terhadap pengungsi di sekolah Al-Razi di kamp Nuseirat, dan daerah Al-Mawasi di sebelah barat kota Khan Younis, yang dinyatakan sebagai daerah aman”.
“Ini adalah tindakan brutal dan memalukan yang merupakan luka bagi kemanusiaan,” kata kelompok tersebut, seraya menegaskan kembali bahwa pemerintahan Biden di AS adalah mitra sekutu setianya Israel, yang terus melakukan genosida di Gaza.
Serangan udaraIsrael dalam beberapa hari terakhir terus menerus telah menyebabkan banyak kematian warga Palestina di Jalur Gaza. Kondisi ini berlangsung ketika Israel telah menarik kembali atau mengurangi serangan darat di utara dan selatan.
Beberapa serangan telah menghantam zona aman Al-Mawasi yang mencakup sekitar 60 kilometer persegi (23 mil persegi) di sepanjang pantai Mediterania. Dimana Israel memerintahkan warga Palestina yang melarikan diri untuk berlindung di sana guna menghindari serangan darat.
Setidaknya 90 orang tewas dalam serangan Israel di Al-Mawasi pada hari Sabtu. Israel mengatakan pihaknya menargetkan dua komandan senior di sayap militer Hamas, termasuk Mohammed Deif. Tapi Israel tidak dapat memastikan apakah Deif tewas dalam serangan itu.
Serangan ini terjadi ketika Israel dan Hamas terus mempertimbangkan proposal gencatan senjata terbaru. Hamas mengatakan perundingan yang bertujuan menghentikan perang selama sembilan bulan akan terus berlanjut.