Cuplikan layar dari video militer AS memperlihatkan kapal-kapal Angkatan Laut AS sedang bermanuver di perairan lepas pantai Oman saat mereka menegakkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (Foto: X: @Centcom).
IRBIL, (ERAKINI) – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat tanpa menunjukkan tanda-tanda mereda. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah menghentikan empat kapal yang berusaha melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Di saat yang hampir bersamaan, militer Amerika Serikat mengaku melepaskan tembakan terhadap sebuah dagang yang disebut berupaya menerobos di sekitar pelabuhan-pelabuhan .
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Sabtu, IRGC menyebut empat kapal tersebut mencoba memasuki jalur pelayaran di bagian selatan Selat Hormuz melalui rute yang dinilai tidak aman dan tidak sesuai ketentuan. "Empat kapal yang berniat melintasi wilayah selatan Selat Hormuz melalui rute ilegal dan tidak aman telah dihentikan dalam 24 jam terakhir setelah tembakan peringatan dilepaskan oleh Angkatan Laut IRGC."
Menurut Garda Revolusi, seluruh kapal akhirnya mengubah arah pelayaran setelah menerima peringatan dari pasukan angkatan laut Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir, Iran semakin memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Teheran dilaporkan mengarahkan kapal tanker agar menggunakan jalur pelayaran di wilayah perairan Iran, bukan rute di pesisir Oman, sehingga kapal-kapal tersebut diwajibkan memperoleh izin perjalanan yang aman.
Langkah tersebut berlangsung di tengah operasi militer Iran yang terus menargetkan fasilitas dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk Arab.
Konflik antara Washington dan Teheran kini telah memasuki malam ke-13 secara berturut-turut. Hingga kini, belum ada indikasi kedua negara akan menurunkan tensi konflik. Sebaliknya, berbagai langkah militer dan peringatan keamanan justru memperlihatkan potensi eskalasi yang semakin besar.
Kedutaan Besar Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah bahkan telah mengingatkan warga negaranya agar bersiap menghadapi kemungkinan semakin terbatasnya akses keluar dari kawasan tersebut. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran meminta masyarakat di negara-negara tetangga menjauhi pangkalan militer Amerika karena berpotensi menjadi sasaran serangan.
Militer Amerika Serikat juga meningkatkan operasi pengamanan jalur pelayaran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan kapal tanker M/T Lavine berbendera Komoro dilumpuhkan setelah empat kali berusaha menerobos blokade di Teluk Oman.
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, mengatakan awak kapal telah diperingatkan berkali-kali, namun tetap mengabaikan instruksi yang diberikan. Sebagai tindakan lanjutan, militer AS melepaskan tembakan yang diarahkan ke ruang mesin kapal hingga akhirnya kapal tersebut tidak dapat melanjutkan pelayaran. Insiden ini menjadi kapal komersial kedua yang dilumpuhkan sejak kebijakan blokade kembali diberlakukan.
Di Washington, Presiden Donald Trump mengadakan pertemuan bersama para pejabat tinggi keamanan nasional untuk mengevaluasi perkembangan konflik dan mempertimbangkan langkah berikutnya terhadap Iran.
Meski belum ada keputusan resmi yang diumumkan, Trump menyebut proses negosiasi dengan Iran sebagai pembicaraan "paling serius" yang pernah berlangsung. Ia juga menegaskan belum memiliki keinginan untuk segera mengakhiri operasi militer yang sedang berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat. Ia mengatakan Teheran terus menjalin komunikasi intensif dengan Rusia dan Tiongkok di tengah meningkatnya konflik."Iran tidak akan tunduk pada intimidasi AS," tegas Araghchi.Menurutnya, Republik Islam Iran tetap berpegang pada posisinya dan tidak akan menyerah hanya karena ancaman militer.