Israel Sebut Tak Akan Tarik Pasukan sebelum Hamas Dilucuti, Negosiasi Gencatan Senjata Gaza Kembali Memanas
Akhmad Baihaqi Arsyad
GAZA, (ERAKINI) - Ketegangan seputar upaya mengakhiri perang di Jalur Gaza kembali meningkat setelah seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa Pasukan Pertahanan Israel tidak akan menarik pasukannya dari posisi yang saat ini dikuasai sebelum terjadi pelucutan senjata terhadap Hamas yang dinilai benar-benar dilakukan secara nyata.
Pernyataan tersebut muncul di tengah bergulirnya pembahasan mengenai proposal baru gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Di sisi lain, Hamas menyatakan bahwa mereka hanya bersedia menyerahkan persenjataan berat apabila Israel terlebih dahulu menghentikan seluruh operasi militernya di Gaza dan menarik seluruh pasukan dari wilayah tersebut.
Perdebatan mengenai mekanisme pelucutan senjata itu mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian telah mencapai kesepahaman terkait rencana "pelucutan senjata total" bagi Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya di Gaza.
Pada Jumat, Trump menyebut Israel menyambut positif proposal tersebut dan menggambarkannya sebagai "langkah besar bagi Timur Tengah." Namun, dukungan itu tidak sepenuhnya bulat di internal pemerintahan Israel.
Menteri Keamanan Nasional Israel dari kubu kanan jauh, Itamar Ben Gvir, secara terbuka menolak rancangan kesepakatan tersebut dan menyebutnya "tidak dapat diterima." Rencana tersebut merupakan bagian dari tahap kedua proposal gencatan senjata Gaza yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah itu.
Dalam rancangan yang terdiri atas 20 poin dan diumumkan pada September tahun lalu, dibahas pembentukan Dewan Perdamaian yang bertugas mengawasi implementasi kesepakatan, termasuk proses pelucutan senjata Hamas, penarikan pasukan Israel, hingga rekonstruksi Gaza pascaperang.
Saat menghadiri rapat kabinet di Camp David, Trump mengatakan dirinya telah memiliki "kesepahaman" dengan Israel mengenai usulan terbaru tersebut. Meski demikian, ketika ditanya apakah Hamas harus melucuti senjata sebelum Israel menarik pasukan atau sebaliknya, Trump tidak memberikan jawaban tegas. Ia hanya menegaskan bahwa kondisi di Gaza masih merupakan "situasi yang sangat rumit." Trump juga menyebut seluruh senjata Hamas nantinya akan diserahkan kepada Dewan Perdamaian.
Hingga kini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan pernyataan resmi mengenai proposal terbaru tersebut. Namun, seorang pejabat senior Israel menegaskan bahwa posisi pemerintah tidak berubah. Menurutnya, tidak akan ada penarikan pasukan IDF dari kawasan yang dikenal sebagai "Garis Kuning" sebelum Hamas benar-benar dilucuti persenjataannya.
Garis Kuning merupakan garis demarkasi yang berada di dalam wilayah Gaza. Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya, Israel sepakat menarik pasukan hingga batas tersebut, sementara area di belakangnya tetap berada di bawah kendali sementara IDF.
Wilayah tersebut mencakup sekitar 53 persen kawasan Gaza. Namun, Netanyahu baru-baru ini mengklaim bahwa pasukan Israel kini telah menguasai lebih dari 60 persen wilayah Gaza.
Bahkan pada Mei lalu, ia secara terbuka menyatakan telah menginstruksikan perluasan penguasaan wilayah hingga mencapai 70 persen. Di sisi lain, Hamas menegaskan bahwa penghentian seluruh operasi militer Israel merupakan syarat utama sebelum proses pelucutan senjata dapat dibahas lebih lanjut.
Selain itu, kelompok tersebut juga menuntut adanya jaminan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta pembentukan negara Palestina yang merdeka. Dalam keterangannya, Hamas menyebut proses perundingan selama ini dijalankan secara "bertanggung jawab dan positif" dengan mengacu pada konsensus berbagai faksi Palestina.
Meski pembahasan mengenai gencatan senjata terus berlangsung, perbedaan sikap terkait urutan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel masih menjadi salah satu hambatan utama yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan damai benar-benar dapat diwujudkan.


















