Pemerintah Peru Jamin Usut Tuntas Penembakan Diplomat Muda Indonesia Zetro Leonardo Purba
Thomas Pulungan
LIMA, (ERAKINI) - Pemerintah Peru menjamin investigasi penuh terkait penembakan terhadap diplomat muda Indonesia, Zetro Leonardo Purba (40), oleh orang tak dikenal di Distrik Lince, Lima, pada Senin (1/9/2025) malam.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Peru Elmer Schialer menegaskan telah memberikan jaminan langsung kepada Menlu Indonesia, Sugiono, bahwa kasus pembunuhan Zetro akan diusut tuntas. Begitu kabar penembakan diterima, Direktur Protokol Negara segera menuju klinik tempat korban dirawat, sesuai dengan prosedur Kementerian Luar Negeri Peru.
Schialer mengatakan, di lokasi sudah hadir perwakilan Kejaksaan dan agen Direktorat Investigasi Kriminal (Dirincri) Kepolisian Nasional Peru yang langsung memulai penyelidikan untuk menentukan motif kejahatan.
Schialer menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa ini. "Kementerian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, pemerintah, dan rakyat Indonesia. Peristiwa ini sebagai tindakan keji,” ujarnya dikutip dari Peru21, Rabu (3/9/2025).
Menurut dia, begitu serangan diketahui, pihaknya langsung memberikan pendampingan penuh kepada Duta Besar Indonesia dalam seluruh proses penyelidikan. Schialer juga telah melaporkan kasus ini kepada Presiden Peru Dina Boluarte, serta menawarkan peningkatan pengamanan bagi staf dan fasilitas diplomatik Indonesia di Lima.
Selain itu, Schialer langsung berbicara dengan Dubes Indonesia di Peru untuk menjamin dukungan penuh. Direktur Protokol Negara juga mendatangi klinik tempat korban dibawa, di mana sudah hadir jaksa dan aparat kepolisian yang tengah mengumpulkan bukti untuk mengidentifikasi para pelaku.
Kata Schialer, kasus ini juga menimbulkan keterkejutan di kalangan komunitas diplomatik maupun masyarakat Peru. Maka itu, ia memastikan bahwa pemerintah Peru berkomitmen mengungkap kasus ini demi menjaga hubungan bilateral dan keamanan diplomatik.
Sementara itu, Kejaksaan Peru mengumumkan telah membuka penyelidikan atas kasus ini. Jaksa Pedro Nicho Suyon dari Kejaksaan Pidana Korporatif Kedua San Isidro-Lince ditunjuk memimpin penyidikan. Ia memerintahkan pengangkatan jenazah di klinik setempat serta pemeriksaan forensik di lokasi kejadian, tepat di depan gedung tempat Zetro tinggal.
Jaksa juga menginstruksikan Divisi Pembunuhan Kepolisian Nasional untuk mengambil keterangan dari istri korban dan melakukan tindakan mendesak lainnya guna mengungkap motif serta pelaku penembakan.
Diketahui, peristiwa tragis itu terjadi di Avenida César Vallejo, blok 3, Distrik Lince. Saat kejadian, istri Zetro tengah menunggu di pintu masuk gedung apartemen. Usai ditembak, korban dilarikan ke klinik setempat, namun nyawanya tidak tertolong.
“Ini adalah kasus pertama pembunuhan bergaya eksekusi tahun ini di distrik ini. Motifnya belum diketahui, namun tidak menutup kemungkinan adanya latar belakang balas dendam. Divisi Pembunuhan dan DEPINCRI Jesús María masih melakukan penyelidikan,” kata Mayor Daniel Guivar dari Kepolisian Nasional Peru kepada radio Exitosa.
Berdasarkan ciri fisik yang teridentifikasi, polisi menduga para pelaku merupakan warga negara asing. Pihak Kepolisian Nasional Peru menyesalkan insiden berdarah ini dan menegaskan tengah melakukan investigasi intensif untuk menangkap para pelaku.


















