IRGC mengklaim telah melancarkan serangan misil dan drone terhadap fasilitas aluminium di Bahrain dan UEA. Foto: Tasnim
JAKARTA, (ERAKINI) – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan misil dan drone terhadap fasilitas aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Dalam pernyataannnya, mengklaim situs yang diserang terkait dengan Amerika Serikat ().
IRGC menegaskan bahwa serangan ini sebagai balasan atas serangan AS-Israel terhadap infrastruktur industri Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer yang menampung pasukan kedua negara sekutu di negara-negara Teluk.
PerangAS-Israel dengan Iran kini telah memasuki minggu kelima. Sejak perang Timur Tengah meletus akhir Februari lalu, Bahrain dan negara Teluk lainnya secara rutin menjadi target serangan misil dan drone Iran.
Aluminium Bahrain (Alba) dalam pernyataannya menyebutkan bahwa dua karyawannya terluka akibat serangan tersebut. Sementara Emirates Global Aluminium (EGA) di UEA menyatakan salah satu fasilitasnya di Abu Dhabi mengalami kerusakan signifikan dan enam orang terluka.
IRGC menyatakan bahwa serangan misil dan drone di UEA maupun Bahrain menyasar dua pabrik yang terkait dengan militer dan industri dirgantara AS.
“Menindak tindakan jahat musuh Amerika-Zionis yang menargetkan infrastruktur industri negara kami dari negara-negara pesisir selatan Teluk Persia, para pejuang Pasukan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC melaksanakan operasi hibrida dan terarah, berhasil menghantam dua industri yang terkait dengan industri militer dan dirgantara AS di kawasan, termasuk pabrik Emirates Aluminium (EMAL) di UEA dan pabrik Aluminium Bahrain (Alba) di Bahrain, menggunakan misil dan drone,” kata IRGC dalam pernyataan, dilansir kantor berita Tasnim, Minggu (29/3/2026).
Menurut IRGC, pabrik EMAL memiliki jalur produksi aluminium terpanjang di dunia dengan kapasitas 1,3 juta ton. Sementara pabrik aluminium Alba, dengan investasi dan saham dari perusahaan Amerika, memiliki peran penting dalam memproduksi barang untuk industri militer tentara AS.
IRGC menambahkan bahwa respons Iran terhadap ancaman dan agresi musuh jahat, sebagaimana diumumkan sebelumnya, tidak akan lagi mengikuti prinsip “mata ganti mata,” melainkan, melebihi setiap tingkat agresi, akan memberikan pukulan lebih mematikan terhadap struktur militer dan ekonomi musuh.
Targetkan Infrastruktur Udara AS-Israel IRGC juga menyatakan bahwa gelombang terbaru operasi balasannya telah menargetkan infrastruktur udara dan drone AS serta Israel, termasuk tempat persembunyian pasukan mereka di berbagai lokasi di Timur Tengah.
IRGC mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa gelombang ke-86 dari operasi True Promise 4 yang diluncurkan pada Minggu dini hari dengan format multi-tahap, melibatkan serangan terkoordinasi menggunakan misil dan drone oleh Pasukan Dirgantara dan Angkatan Laut IRGC terhadap target AS dan Israel di kawasan regional.
Menurut pernyataan itu, pada fase pertama operasi, serangan misil dan drone menargetkan infrastruktur operasional udara dan drone serta persediaan senjata di pangkalan AS, termasuk Victoria, Arifjan, dan Al Kharj.
IRGC menambahkan bahwa pada tahap-tahap berikutnya, tempat persembunyian pasukan tentara AS dan Israel, serta unsur yang terkait dengan kelompok Komala, secara tepat diserang di berbagai wilayah, termasuk Arad, Negev, Tel Aviv, Erbil, Armada Kelima AS, dan Al Dhafra.
Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa semburan asap dan ledakan di berbagai wilayah, serta gambar yang menunjukkan puing-puing pesawat AS bernilai jutaan dolar, telah menggagalkan upaya pejabat dan media di negara-negara sekutu AS di kawasan untuk menutup-nutupi laporan serangan Iran.