Israel Kembali Gempur Lebanon: 1 Warga Tewas, 7 Terluka, Presiden Aoun Kecam Serangan Brutal ke Fasilitas Sipil
Akhmad Baihaqi Arsyad


BEIRUT, (ERAKINI) - Pemerintah Lebanon mengutuk keras serangan udara terbaru yang dilancarkan oleh Israel di wilayah selatan negara tersebut pada hari Kamis (16/10/2025), yang mengakibatkan satu orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Meskipun militer Israel berdalih bahwa target serangan adalah kelompok Hizbullah dan afiliasinya, pihak Lebanon menyebut serangan tersebut menyasar wilayah sipil yang tidak bersenjata.
Presiden Lebanon, Joseph Aoun, secara tegas mengecam tindakan agresif tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati pada tahun lalu.
"Serangan berulang ini menunjukkan pola agresi sistematis dari Israel—yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur penting bagi rakyat kami, tetapi juga sengaja menghambat pemulihan ekonomi dan mengganggu stabilitas nasional dengan alasan keamanan yang dibuat-buat," tegas Aoun dalam pernyataannya.
Serangan udara mematikan ini terjadi di Shmistar, wilayah Lebanon timur, dan menyebabkan satu korban jiwa. Sementara itu, satu korban luka dilaporkan di Bnaafoul (wilayah Saida) dan enam lainnya terluka di Ansar, distrik Nabatieh.
Di sisi lain, militer Israel mengklaim telah menghantam fasilitas milik Hizbullah di daerah Mazraat Sinai, Lebanon selatan. Mereka juga mengklaim telah menargetkan lokasi milik organisasi Green Without Borders, sebuah LSM lingkungan yang dituduh Israel sebagai kedok keberadaan Hizbullah, tuduhan yang dibantah oleh pihak Lebanon dan belum pernah dibuktikan secara independen.
Serangan ini terjadi meski telah ada gencatan senjata yang diberlakukan sejak November tahun lalu, pasca dua bulan eskalasi bersenjata antara Israel dan kelompok bersenjata yang didukung Iran di Lebanon.
Serangkaian aksi militer sepihak yang dilakukan oleh Israel memunculkan kekhawatiran baru di kawasan, terutama karena dampaknya yang menyasar warga sipil dan mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh.




