Pelarian Tongduang Chaowalit alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman, berakhir setelah dicokok tim gabungan Polri dari sebuah apartemen di Denpasar, Bali. Foto: Thai PBS Word
JAKARTA, (ERAKINI) - Pelarian penjahat kelas kakapThailand, Tongduang Chaowalit alias Sia Pang Nanode alias Sulaiman, berakhir setelah dicokok tim gabungan Polri dari sebuah apartemen di Denpasar, Bali. Lantas seperti sosok Thongduang Chaowalit?, berikut profilnya.
Mengutip situs berita online dan lembaga penyiaran layanan publik Thailand, Thai PBS Word, Minggu (2/6/2024), Chaowalit menduduki puncak daftar orang yang paling dicari di Thailand sejak ia melarikan diri dari rumah sakit pada 22 Oktober 2023.
Namun, alih-alih bersembunyi, ia malah sempat menarik perhatian negara tersebut pada awal Desember 2023, dengan tuduhan sensasional dalam video yang diposting ke media sosial. Selama beberapa minggu, tuduhan tersebut menyasar beberapa pejabat tinggi Thailand.
Bahkan, peramal selebritas Thailand Sinsair Keng menyebut Chaowalit terlahir sebagai pemimpin yang bisa mengambil salah satu dari dua jalan dalam hidup, yakni orang terkemuka di sisi kanan hukum, atau pemimpin geng terkenal.
“Bagan (astrologi) miliknya memiliki bintang-bintang yang kuat, jadi dia tidak akan mati dengan mudah,” kata Sinsair saat itu.
Chaowalit (38), menjadi sorotan media Thailand setelah dinyatakan kabur dari rumah sakit milik pemerintah saat dibawa dari penjara untuk berobat gigi.
Perburuan besar-besaran pun dilakukan dengan melibatkan ratusan petugas polisi. Mereka memburu Chaowalit hingga Pegunungan Banthad yang membentang di provinsi selatan Phatthalung, Trang, dan Satun, tempat Chaowalit diyakini bersembunyi.
Petugas sempat melacaknya ke tempat persembunyiannya di pegunungan Trang pada 8 November 2023, namun Chaowalit berhasil melarikan diri setelah terlibat baku tembak dengan polisi.
Enam pekan setelah dia kabur dari rumah sakit, Chaowalit seakan mengejek pihak berwenang. Sumber mengatakan lebih dari 10 juta baht telah dihabiskan untuk menangkap kembali penjahat berbahaya tersebut, namun tidak berhasil.
Publik Thailand malah dikagetkan saat Chaowalit mengeluarkan beberapa video berisi “perlakuan tidak adil” di tangan pengadilan Thailand. Dia mengklaim pengadilan salah memberinya hukuman penjara karena kejahatannya adalah karena belas kasihan.
“Saya bermaksud pergi ke sana dan membantu seorang pria. Jika orang lain melakukan itu, dia akan dianggap pahlawan. Jadi kenapa aku dicap sebagai orang jahat?” katanya dalam salah satu video.
Chaowalit dijatuhi hukuman 20 tahun enam bulan penjara karena berusaha menarik temannya Sittidej Songdecha keluar dari tahanan polisi di Phatthalung pada tahun 2019.
Dia mengaku tidak mengetahui Sittidej ditahan polisi pada saat itu, karena ayah pria tersebut dan seorang jaksa penuntut umum telah membuatnya percaya bahwa Sittidej telah diculik oleh geng penyelundup narkoba.
Dia menuduh jaksa penuntut umum dan enam pejabat lainnya bersekongkol untuk membebaskan Sittidej dari tahanan polisi. Otoritas kehakiman membantah bahwa Chaowalit dijatuhi hukuman yang lama sesuai dengan hukum dan catatan kriminalnya yang panjang.
Chaowalit juga menunggu persidangan atas beberapa tuduhan serius lainnya. Misalnya, ia dituduh membunuh seorang polisi pada bulan Januari 2007. Ia juga dituduh terlibat dalam dua percobaan pembunuhan pada tahun 2008. Pada tahun 2009, ia didakwa memiliki senjata perang dan membobol rumah.
Pada tahun 2011, dia terlibat dalam pembunuhan lain. Enam tahun kemudian, dia menghadapi tuduhan pembunuhan lainnya.
Menurut mantan kepala kantor polisi di Phatthalung, Chaowalit adalah seorang informan polisi yang menyampaikan informasi dari koneksinya di dunia bawah. Saat itu, dia memiliki dan mengoperasikan bengkel terkenal di provinsi tersebut, meskipun dia juga diyakini sebagai rentenir ilegal.
Penduduk setempat mengatakan Chaowalit berperilaku baik dan berbicara sopan, bahkan dengan anak buahnya, yang diduga menjual narkoba dan senjata.
Pada tahun 2019, ia mencalonkan diri sebagai anggota dewan provinsi di Phatthalung, tetapi gagal terpilih. Sumber mengatakan bahwa Chaowalit menghasilkan banyak uang dan membangun jaringan koneksi yang berpengaruh ketika dia berada di penjara.
Inilah alasan mengapa pihak berwenang mengirimnya ke penjara di luar Phatthalung ketika dia dijatuhi hukuman pada tahun 2022. Pihak berwenang yakin memenjarakannya di negara tetangga Nakhon Si Thammarat akan memastikan dia menjalani masa hukumannya.
Wakil Menteri Kehakiman Thanakrit Jit-areerat sempat mengatakan pemerintah siap mendengarkan tuduhan Chaowalit dan memastikan keadilan ditegakkan bagi semua pihak.
“Saya yakin dia (Chaowalit) pada akhirnya akan menyerah karena kami sedang dalam proses menangani keluhan dan permintaannya,” kata Thanakrit kala itu.
Selain mengunggah kasusnya di media sosial, Chaowalit juga mengirimkan petisi kepada Perdana Menteri Srettha Thavisin yang mengeluhkan aturan ikatan pengadilan, dan menuduh adanya pemerasan oleh polisi, pemerasan dan penyiksaan oleh petugas penjara, dan korupsi di kalangan jaksa penuntut umum.
Akibat ocehan Chaowalit ini, tiga sipir penjara telah dipecat – sambil menunggu penyelidikan, karena juga diduga turutmembantu Chaowalit melarikan diri.