Search

15 Hari Perang: 42.914 Rumah dan Fasilitas Publik di Iran Hancur Dibombardir AS-Israel

JAKARTA, (ERAKINI) – Pemerintah Iran merilis kondisi kerusakan infrastruktur sipil akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kerusakan mencakup sektor perumahan, kesehatan, hingga pendidikan.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan, lebih dari 42.000 unit sipil telah mengalami kehancuran akibat serangan AS dan Israel dalam 15 hari terakhir.

“Sebanyak 42.914 unit sipil terdampak serangan, di antaranya 36.489 merupakan rumah tinggal, termasuk sekitar 10.000 unit di Provinsi Teheran. Selain itu, 6.179 unit komersial juga mengalami kerusakan,” ujar Mohajerani dalam keterangannya, dikutip dari  kantor berita semi-resmi Iran yang berbasis di Teheran, Tasnim, Minggu (15/3/2026).

Di sektor kesehatan, Mohajerani menyebutkan 43 unit pos layanan darurat terdampak serangan, dengan tiga di antaranya hancur total. Selain itu, sebanyak 32 ambulans mengalami kerusakan, sementara lima ambulans dan dua bus ambulans dilaporkan hancur sepenuhnya.

Untuk fasilitas kesehatan, sebanyak 35 unit layanan medis dan 152 pusat kesehatan juga terdampak serangan. Dari sektor ini, dilaporkan lebih dari 16 tenaga kesehatan meninggal dunia.

Ia juga melaporkan korban tewas dari kalangan perempuan  mencapai 223 orang, sementara 2.729 perempuan lainnya  mengalami luka-luka.

Sementara itu, sektor pendidikan juga mengalami dampak signifikan. Sebanyak 120 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat, dengan total 206 tenaga pendidik dan pelajar tercatat menjadi korban.

Menanggapi kerusakan tersebut, Mohajerani menegaskan pemerintah telah mengerahkan berbagai pihak untuk memperbaiki infrastruktur penting, terutama di sektor listrik dan air.

“Perbaikan telah dilakukan di 229 titik jaringan listrik yang terdampak untuk memulihkan pasokan listrik,” katanya.

Selain itu, pemerintah kota juga memberikan bantuan bagi warga yang terdampak serangan. Pemerintah Kota Teheran melaporkan sekitar 1.000 keluarga atau lebih dari 3.000 orang telah ditempatkan di 12 kompleks hunian sementara.

Serangan AS dan Israel ke Iran terus meningkat dalam 15 hari perang sejak pecah ada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menghantam lokasi militer maupun sipil dan menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan luas pada infrastruktur.

Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangan rudal dan drone di kawasan Timur Tengah yang disebut sebagai wilayah pendudukan serta pangkalan regional terhadap AS dan Israel.