Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan proposal perdamaian 20 poin untuk mengakhiri perang Gaza setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Ilustrasi/Instgram @Donald Trump
Dilansir Al Jazeera, Selasa (30/9/2025), Otoritas Palestina (PA), yang memerintah di Tepi Barat, menyambut “upaya tulus dan tanpa lelah” tersebut, menegaskan keyakinannya pada kemampuan Trump menemukan jalan menuju perdamaian.
PA menyerukan kesepakatan komprehensif yang menjamin penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza, pembebasan sandera dan tahanan, perlindungan rakyat Palestina, penghormatan gencatan senjata, serta penarikan penuh Israel. PA juga menekankan pentingnya solusi dua negara untuk perdamaian abadi.
Sementara itu, PIJ, kelompok bersenjata Palestina yang berjuang bersama Hamas, mencurigai rencana Trump sebagai “resep untuk melanjutkan agresi terhadap rakyat Palestina. "Dengan ini (proposal perdamaian), Israel berusaha melalui Amerika Serikat memaksakan apa yang tidak bisa mereka capai lewat perang,” kata PIJ dalam pernyataannya.
Dukungan Negara-Negara Kawasan
Menteri luar negeri Mesir, Indonesia, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama, menyambut upaya Trump dan menegaskan kesiapan bekerja sama dengan AS untuk menuntaskan perang Gaza melalui kesepakatan komprehensif yang mencakup bantuan kemanusiaan, keamanan, pembebasan sandera, pembangunan kembali Gaza, serta solusi dua negara.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memuji Trump atas upaya menengahi gencatan senjata dan menegaskan komitmen Turki mendukung proses diplomatik demi perdamaian yang adil dan langgeng.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan keyakinannya bahwa perdamaian berkelanjutan antara Palestina dan Israel penting bagi stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi kawasan, serta memuji peran Trump dan utusan khusus Steve Witkoff.
Politikus oposisi Israel Benny Gantz menilai rencana ini penting untuk memulangkan sandera, menjaga keamanan Israel, dan memperluas normalisasi regional.
Respons Negara Barat
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Hamas harus segera membebaskan semua sandera dan mengikuti rencana ini, yang akan membuka jalan bagi perdamaian abadi berdasarkan solusi dua negara.
Sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan semua pihak bersatu dan bekerja sama dengan AS untuk mewujudkan kesepakatan. Mantan PM Inggris Tony Blair menyebut rencana ini “berani dan cerdas”, dapat mengakhiri perang, memberi bantuan segera bagi Gaza, serta memastikan keamanan Israel dan pembebasan semua sandera.
Adapun Italia menilai proposal ini berpotensi menjadi titik balik dengan penghentian permusuhan permanen, pembebasan sandera, dan akses kemanusiaan penuh bagi warga sipil, sekaligus memberi Hamas kesempatan melucuti senjata dan melepaskan peran masa depan di Gaza.
Spanyol juga menyambut rencana ini. Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan pentingnya menghentikan kekerasan, membebaskan sandera, menyalurkan bantuan kemanusiaan, dan mewujudkan solusi dua negara bagi perdamaian antara Israel dan Palestina.